BALI//METROTV9NEWS.COM
Jembrana – Pagi di Br. Samblong, Desa Yehsumbul, Senin (24/11/2025) mendadak terasa seperti babak pembuka film bertema kemajuan desa. Bukan karena ada artis ibukota atau panggung megah, melainkan karena satu momen penting: peletakan batu pertama pembangunan Dapur Sehat SPPG oleh Yayasan Al Huda Yehsumbul—sebuah langkah strategis untuk menyokong program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang gencar digulirkan pemerintah.
Suhardi, mitra BGN (Badan Gizi Negara), tampil sebagai “motor penggerak gizi” menjelaskan bahwa dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) ini nantinya melayani 2.200 pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat di Desa Yehsumbul. Dapur sehat, pelayanan cepat, gizi merata—konsepnya sederhana namun berdampak besar.
Dari pukul 09.30 hingga 10.20 WITA, area kegiatan dipenuhi para tokoh lintas sektor yang kompak hadir layaknya tim lengkap dalam pertandingan final turnamen desa. Hadir Anggota DPRD Provinsi Bali Fraksi Gerindra I Kade Darma Susila, Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika, Danramil 1617-02/Mendoyo Kapt. Inf. I Made Sujana Arianta, Perbekel Yehsumbul I Putu Gede Diantariksa, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, serta jajaran pengurus Yayasan Al Huda. Sekitar 20 orang hadir—cukup untuk menciptakan suasana hangat namun tetap tertib seperti dapur profesional yang semua peralatannya tersusun rapi.
Ketua Yayasan Al Huda membuka acara dengan sambutan penuh rasa syukur dan terima kasih. Ia menegaskan bahwa pembangunan dapur ini bukan sekadar menaikkan bangunan, melainkan mengangkat harapan. Ia pun berterima kasih atas dukungan berbagai pihak sehingga langkah awal ini bisa terwujud.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung bergilir: mulai dari pengurus yayasan, Perbekel, Danramil, hingga Kapolsek. Semua tampak antusias, seakan sedang menanam fondasi masa depan yang lebih sehat bagi generasi Yehsumbul.
Perbekel Yehsumbul menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran SPPG di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa dapur ini akan membuka peluang kerja baru bagi warga serta mendorong pemanfaatan hasil pertanian dan kelautan lokal. Dengan sinergi masyarakat, ia yakin program MBG bisa berjalan mulus dan tepat sasaran.
Tak ketinggalan, I Kade Darma Susila memberikan pujian hangat kepada Yayasan Al Huda atas keberhasilannya menjadi mitra resmi MBG. Ia menegaskan bahwa SPPG bukan hanya mempercepat pemenuhan gizi, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal lewat penyerapan tenaga kerja dan kolaborasi dengan petani serta nelayan sekitar.
Dengan dimulainya pembangunan dapur SPPG, Samblong kini memasuki era baru: era di mana gizi, kesejahteraan, dan pemberdayaan masyarakat berjalan seiring. Pondasinya memang baru ditanam, tetapi harapan yang tumbuh sudah terasa hangat—meski kompor dapurnya belum dinyalakan sama sekali.(Jbrkanti)
Post Views : 87
Comments are not available at the moment.