BNN Denpasar Bidik 43 Desa dan Kelurahan, Peredaran Narkoba Menyasar Generasi Muda

Redaksi 01 Metrotv9news 30 Sep 2026

DENPASAR — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika dengan mendorong 43 desa dan kelurahan di Kota Denpasar menjadi kawasan Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Langkah tersebut disampaikan Kepala BNN Kota Denpasar Kombes Pol Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H., saat menjadi narasumber dalam diskusi bulanan Ngopi Santuy yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali di salah satu warung kopi di kawasan Renon, Denpasar, Rabu (30/9/2026).

Diskusi tersebut dihadiri Ketua IWO Provinsi Bali Tri Widiyanti bersama jajaran Pengurus Wilayah (PW) IWO Bali. Hadir pula Ketua Pengurus Daerah (PD) IWO Kota Denpasar Bambang Supriyono, Sekretaris PD IWO Kota Denpasar Kande Putra, serta Ketua PD IWO Kabupaten Badung Rovinus Bou bersama pengurus dan anggota.

Dalam diskusi tersebut, Leo menjelaskan sejumlah program BNN Kota Denpasar, mulai dari pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan hingga rehabilitasi. Namun, saat ini BNN Denpasar memberikan perhatian besar pada aspek pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

“Beberapa bidang di BNN itu mulai dari pencegahan, pemberdayaan masyarakat, kemudian pemberantasan dan rehabilitasi. Saat ini kita sedang menjalankan, terutama aspek pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang sedang gencar-gencarnya kita laksanakan di 43 desa dan kelurahan yang ada di Denpasar,” ujar Leo.

Menurutnya, program Desa Bersinar diprioritaskan pada wilayah yang dinilai memiliki potensi atau kerawanan terhadap peredaran narkotika.

BNN, kata Leo, tidak dapat bekerja sendiri. Pelibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan narkotika.

“Kita terus mendorong desa-desa yang ada di Denpasar menjadi Desa Bersinar. Tentu kita memilih atau memprioritaskan desa-desa yang masuk dalam kategori berpotensi atau rawan peredaran narkoba,” katanya.

Karena itu, masyarakat di wilayah tersebut didorong untuk terlibat sebagai relawan maupun penggiat antinarkotika.

“Nah, inilah bagaimana kita membangun ekosistem. Dalam membangun ekosistem ini bukan hanya di lingkungan masyarakat, tetapi juga di lingkungan sekolah,” jelasnya.

BNN Dorong Kurikulum Antinarkotika di Sekolah. Selain menyasar lingkungan masyarakat, BNN Kota Denpasar juga memperkuat pencegahan di lingkungan pendidikan.

BNN berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk mendorong Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKAN) di sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah hingga SMA.

Melalui program tersebut, pengetahuan mengenai bahaya narkotika diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran sehingga edukasi antinarkotika tidak hanya diberikan melalui kegiatan penyuluhan.

“Bagaimana siswa-siswi dalam proses belajar disisipkan tentang pengetahuan narkotika yang ada di beberapa mata pelajaran di sekolah. Baik itu sekolah dasar, sekolah menengah maupun sekolah atas,” kata Leo.

BNN Denpasar juga membentuk Sobat Bersinar, yang melibatkan para pelajar sebagai penggiat antinarkotika di lingkungan sekolah.

Program tersebut diharapkan mendorong siswa untuk saling berbagi informasi mengenai bahaya dan perkembangan peredaran narkotika, terutama di tengah perubahan pola peredaran narkoba di era digital.

Modus Peredaran Narkoba Berubah
Leo mengingatkan bahwa tantangan pemberantasan narkotika semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Menurut dia, modus operandi peredaran narkotika terus berubah mengikuti perkembangan zaman, termasuk cara pelaku menjangkau calon pengguna maupun perubahan jenis narkotika yang beredar.

“Karena memang narkotika saat ini sudah bertransformasi, eranya sudah berubah mengikuti tren,” ujarnya.

Ia menilai generasi muda merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan. Anak-anak dan remaja yang saat ini berada di jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA hidup sangat dekat dengan teknologi informasi dan media sosial.

“Mereka sangat familiar saat ini dengan IT, dengan teknologi, dengan media sosial. Peredaran-peredaran saat ini sudah bertransformasi, baik modus operandi peredarannya maupun jenis narkotikanya sendiri,” katanya.

Leo menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak semata-mata berorientasi pada penindakan terhadap bandar dan pengedar, tetapi juga pada upaya mencegah generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

“War on drugs itu untuk kemanusiaan. Jadi bagaimana kita bukan hanya mengejar atau menangkap bandar, pengedar, pelaku, tetapi juga mencegah generasi ke depan menjadi korban,” tegasnya.

BNN Buka Kanal Pengaduan MESADU
Untuk memperluas akses masyarakat dalam pencegahan dan penanganan masalah narkotika, BNN Kota Denpasar juga menyediakan layanan MESADU (Melayani Setiap Aduan).

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan dugaan peredaran gelap narkoba secara aman, memperoleh informasi mengenai layanan rehabilitasi, berkonsultasi serta mengurus Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), maupun menyampaikan kritik dan saran terkait pelayanan publik.

BNN Kota Denpasar menyebut layanan MESADU mengutamakan kemudahan akses dan kerahasiaan dalam penyampaian pengaduan maupun konsultasi.

Masyarakat dapat menghubungi layanan MESADU melalui WhatsApp +62 813-1818-488 atau mendatangi kantor BNN Kota Denpasar di Jl. Melati No. 21, Denpasar, Bali.

Melalui berbagai program tersebut, BNN Kota Denpasar mendorong keterlibatan pemerintah, sekolah, masyarakat, media, serta generasi muda untuk membangun lingkungan yang lebih terlindungi dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Ayo wujudkan Denpasar Bersinar — Bersih Narkoba.”

Pewarta: Bambang S Priyono.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
War on Drugs for Humanity: “Head of Denpasar BNN Visits and Shares with the Community”

Redaksi 01 Metrotv9news

06 Okt 2026

DENPASAR – The war against drugs is not only about enforcement and law enforcement. Behind efforts to combat drugs, there is a human side that must not be overlooked: care, empathy, and being present for those in need. This spirit was demonstrated by the Denpasar City National Narcotics Agency (BNN) through a social service activity …

War on Drugs For Humanity, Kepala BNN Kota Denpasar Hadir Menyapa dan Berbagi

Redaksi 01 Metrotv9news

06 Okt 2026

DENPASAR – Perang melawan narkoba bukan hanya tentang penindakan dan penegakan hukum. Di balik upaya memberantas narkoba, ada sisi kemanusiaan yang tidak boleh ditinggalkan: kepedulian, empati, dan kehadiran untuk mereka yang membutuhkan. Semangat itulah yang ditunjukkan BNN Kota Denpasar melalui kegiatan bakti sosial di Yayasan RHMC Indonesia Denpasar, Selasa (6/10/2026). Kepala BNN Kota Denpasar, KBP. …

BNN Denpasar Ungkap 4 Kasus Etomidate di Bali, Modus Liquid Vape Jadi Perhatian

Redaksi 01 Metrotv9news

30 Sep 2026

DENPASAR — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar mengungkap empat kasus peredaran etomidate di Bali. Narkotika jenis baru tersebut menjadi perhatian karena dapat beredar dalam bentuk cair (liquid) dan berpotensi disamarkan dalam cartridge rokok elektronik. Kepala BNN Kota Denpasar Kombes Pol Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan hal tersebut dalam diskusi bulanan Ngopi …

BNN Kota Denpasar Bentuk Tim Asesmen Terpadu, Tekankan Penindakan Tegas dan Rehabilitasi Humanis

Redaksi 01 Metrotv9news

28 Sep 2026

METROTV9NEWS DENPASAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar memperkuat penanganan penyalahgunaan narkotika melalui pembentukan dan konsolidasi Tim Asesmen Terpadu (TAT) tingkat Kota Denpasar. Upaya ini diwujudkan melalui Rapat Konsolidasi Stakeholder Tim Asesmen Terpadu yang dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kota Denpasar, KBP Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H., pada Senin (28/09/2026), bertempat di …

x
x