Alasan hukuman, 20 Santri diduga dipukul menggunakan sepotong kayu.

Redaksi Metrotv9news 20 Des 2025

METROTV9NEWS.COM // – Tapanuli Selatan, 2 Desember 2025,
sebuah insiden dugaan penganiayaan terjadi di Pesantren Al Yusufiah Warridwaniyah, Desa Huta Holbung, Kec. Angkola Muaratais, Kab. Tapanuli Selatan.

Dimana santri yang berjumlah kurang lebih 20 (Dua puluh) orang menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh seorang Ustadzah/Guru, Korban diduga dipukul menggunakan sepotong kayu sebagai bentuk hukuman karena tidak melaksanakan sholat berjamaah di Masjid, meskipun sebelumnya telah diberitahu bahwa mereka bisa melaksanakan sholat di asrama.

Satu orang santri yang mengalami memar pada bagian betis kiri dan kanan serta punggung dengan didampingi keluarganya telah sepakat menempuh jalur perdamaian. Namun disamping itu masih ada kurang lebih 19 (sembilan belas) orang lagi korban yang diduga belum ada proses tindak lanjut dari pihak pesantren.

Berdasarkan informasi yang didapat langsung dari Kepala M.Ts, Al Yusufiah Warridwaniyah beliau tidak ada menyinggung proses tindak lanjut terhadapa santri yang lainnya, terkesan didiamkan begitu saja. Beliau hanya fokus pada permasalahan yang telah disepakati untuk berdamai.

Sampai saat ini kami masih mencari info terkait kondisi santri santri yang lain tersebut agar tidak terjadi simpang siur ataupun opini liar ditengah masyarakat, apakah santri-santri ini mengalami hal serupa seperti santri yang telah sepakat berdamai tersebut.

Kekerasan seperti ini tidak dibenarkan secara undang-undang yang mengatur perlindungan anak, Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 76C yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau kekejaman terhadap anak. Selain itu, kasus ini juga dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
dan pada pasal 9 poin 1a yang berbunyi, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual, kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga pendidikan, sesama peserta didik dan/atau pihak lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, kekerasan ini juga diduga pernah terjadi sebelumnya. Dalam dugaan kasus ini diharapkan Kementrian Agama, Pihak pesantren dan unsur terkait agar segera mengevaluasi kasus ini dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sampai berita ini di rilis pihak pesantren belum memberi keterangan lebih lanjut mengenai status kurang lebih 19 (sembilan belas) orang santri yang mengalami dugaan kekerasan tersebut.

Pawarta : red

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sosialisasi Hari Hak untuk Tahu di CFD Jakarta, Perkuat Edukasi Informasi Publik

Redaksi 01

27 Sep 2026

JAKARTA || METROTV9NEWS – Divisi Humas Polri menggelar sosialisasi hak untuk tahu di tengah car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026) pagi. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia 2026 sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi. ‎Kabag Yaninfodok Biro PID Divisi Humas Polri Kombes Pol Komang Suartana …

Ulama Jadi Kompas, Polri Jaga Rasa Aman: Kapolri Teguhkan Kolaborasi untuk Bangun Negeri

Redaksi 01

27 Sep 2026

REMBANG || METROTV9NEWS – Pembangunan membutuhkan ruang yang aman, sementara keamanan membutuhkan persatuan yang terus dirawat. Dalam upaya tersebut, ulama dan umara memiliki peran berbeda tetapi saling menguatkan: ulama memberikan arah dan tuntunan, sedangkan Polri menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dan pembangunan terus berjalan. Pesan itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, …

Polres Blitar dan Tim Gabungan Intensifkan Patroli Pemantauan, Antisipasi Karhutla Gunung Butak

Redaksi 01

27 Sep 2026

BLITAR || METROTV9NEWS – Jajaran Polres Blitar Polda Jatim bersama tim gabungan terus mengintensifkan patroli pemantauan dan pengendalian guna mengantisipasi munculnya titik api di kawasan Gunung Butak. Langkah taktis ini dilakukan oleh personel yang bersiaga di Posko Hutan Lindung BKPH Ampelgading, tepatnya di sisi lereng selatan Puncak Pitrang, dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan …

Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Redaksi 01

27 Sep 2026

REMBANG || METROTV9NEWS – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa. Kebersamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, …

Polantas KARIB, Kapolri Dorong Teknologi Jadi Jembatan Pelayanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Redaksi 01

27 Sep 2026

JAKARTA || METROTV9NEWS – Memasuki usia ke-71, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat perannya sebagai salah satu wajah pelayanan Polri yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Transformasi diarahkan bukan hanya pada modernisasi sistem, tetapi juga membangun pelayanan yang semakin mudah, responsif, dan berorientasi pada keselamatan. Arah tersebut tercermin dalam Syukuran Hari Lalu Lintas …

Polres Gresik Gencarkan Inovasi Kopi Keliling, Bangun Kedekatan dengan Warga Ajak Jaga Kamtibmas

Redaksi 01

27 Sep 2026

GRESIK || METROTV9NEWS – Upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif terus digalakkan Polres Gresik Polda Jatim lewat pendekatan humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satuan Binmas (Satbinmas) melalui program Kopi Keliling. Kegiatan ini dikemas santai. Sembari membagikan kopi gratis, personel Satbinmas berbaur langsung untuk mencairkan suasana di tengah aktivitas warga. Melalui ruang …

x
x