Diduga Lakukan Pembiaran Korupsi Dana Desa Oleh Kades Baru Obi, KPK RI di Minta Periksa DPMD dan Inspektorat Halsel

Redaksi Metrotv9news 10 Sep 2025

Maluku Utara ,Metrotv9news.com //  Dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Desa Baru, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, semakin menyeruak ke permukaan. Masyarakat dan tokoh adat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk segera turun tangan memeriksa Kepala Desa Baru, Munir Hj. Halek, yang diduga menyalahgunakan anggaran lebih dari Rp 300 juta.

Pemalangan kantor desa yang dilakukan sejak 1 September 2025 kini memasuki pekan kedua. Aksi ini merupakan bentuk protes warga yang menuntut keadilan atas dugaan praktik korupsi yang dianggap merugikan pembangunan desa.

Menurut keterangan warga, aksi pemalangan akan terus berlangsung hingga ada langkah nyata dari aparat penegak hukum. Mereka menilai diamnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Inspektorat Halmahera Selatan menunjukkan adanya pembiaran terhadap praktik korupsi.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Halmahera Selatan, perwakilan Inspektorat Irban V secara terbuka mengakui adanya temuan sekitar Rp 300 juta berdasarkan audit tahun 2023. Namun, hingga saat ini belum ada proses hukum yang berjalan.

Lebih parah lagi, masyarakat menyoroti fakta bahwa pada 13 Mei 2024 lalu, Munir Hj. Halek menandatangani berita acara kesanggupan untuk melaksanakan pembangunan desa. Dalam surat itu, ia menyatakan siap diproses hukum jika melanggar. Sayangnya, janji itu dianggap warga hanya formalitas belaka.

Sejumlah dugaan penyimpangan mencuat ke publik. Mulai dari pembangunan gapura desa Rp 148 juta yang sudah mendapat hibah perusahaan, hingga program ketahanan pangan senilai Rp 174 juta yang ternyata fiktif. Bahkan, anggaran gorong-gorong Rp 86 juta pada tahun 2024 disebut tidak pernah dikerjakan.

Tidak hanya itu, beberapa kegiatan bantuan sosial juga diduga bermasalah. Program ibu hamil dan lansia Rp 83 juta yang diklaim dari Dana Desa justru sebenarnya sudah dibiayai hibah PT Harita Group. Begitu pula BLT Dana Desa senilai Rp 43 juta dan Rp 39 juta yang dipersoalkan warga karena tidak transparan.

Tokoh adat Ika Togale, Abdon Gogerino, menyatakan masyarakat sudah kehilangan kepercayaan terhadap kepala desa. “Kami minta KPK turun langsung. Kasus ini bukan lagi masalah kecil, tapi sudah menyangkut keuangan negara dan masa depan desa,” tegasnya.

Sikap tegas juga datang dari Imam Desa Baru, La Inta, yang menilai aparat hukum daerah lamban dalam menangani kasus ini. “Kalau kepolisian dan kejaksaan daerah tidak bergerak, maka masyarakat hanya bisa berharap pada KPK,” ujarnya.

Masyarakat juga menilai bahwa lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah menjadi penyebab terjadinya praktik penyalahgunaan Dana Desa. Mereka khawatir kasus seperti ini bisa terulang di desa-desa lain jika tidak ada tindakan tegas.

Menurut tokoh masyarakat Misdar, indikasi korupsi di Desa Baru sudah sangat jelas. “Audit sudah ada, buktinya lengkap, tapi kenapa tidak diproses? Ini yang membuat kami curiga ada permainan,” katanya.

Aksi pemalangan kantor desa kini tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi mulai menjadi perhatian di tingkat kabupaten. Beberapa organisasi masyarakat sipil juga menyatakan siap mengawal kasus ini hingga ke tingkat nasional.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Halmahera Selatan bahkan berencana melayangkan laporan resmi ke Kejaksaan Agung dan KPK RI. Langkah ini dianggap penting agar penanganan kasus tidak hanya berhenti di level daerah.

Desakan agar KPK turun tangan bukan tanpa alasan. Publik menilai, lembaga antirasuah itu memiliki kewenangan dan integritas lebih kuat untuk mengusut kasus korupsi Dana Desa, terutama ketika aparat hukum daerah dianggap lemah.

Warga Desa Baru juga menyinggung bahwa dugaan penyalahgunaan dana bukan hanya pada periode 2023–2024, tetapi juga sejak tahun 2017 hingga 2022. Jika dihitung secara keseluruhan, nilai kerugian desa diyakini bisa jauh lebih besar.

Sejumlah tokoh adat, seperti Ladama dan Hans Labage, turut menyuarakan agar pemerintah daerah tidak menutup mata. Mereka menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap negara dipertaruhkan jika kasus ini dibiarkan.

Pemalangan kantor desa yang masih berlangsung saat ini menunjukkan konsistensi perlawanan warga terhadap korupsi. Meski dalam suasana tegang, masyarakat tetap menjaga agar aksi berlangsung damai tanpa gesekan.

Namun demikian, ketegangan bisa meningkat sewaktu-waktu jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. Masyarakat mengaku siap melakukan aksi lebih besar bila tuntutan mereka terus diabaikan.

Kini, bola panas ada di tangan KPK RI. Masyarakat Halmahera Selatan menunggu keberanian lembaga antirasuah itu untuk membuktikan bahwa tidak ada satu rupiah pun dana desa yang boleh dikorupsi.

Pewarta : AgusMTN

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan Perkuat Sinergi dengan Insan Media

Redaksi Metrotv9news

11 Agu 2026

METROTV9NEWS.COM // – CIREBON – Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., menggelar silaturahmi bersama insan media sebagai upaya memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Kegiatan silaturahmi tersebut diselenggarakan di Cafe Resto Famouz, Jalan Tuparev, Kota Cirebon, Senin (10/8/2026). Suasana berlangsung santai dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang dialog antara …

Serikat BEM Se-Kabupaten Ngawi Silaturahmi dengan Kapolres, Kenalkan Kepengurusan Baru Pasca Kongres I

Redaksi Metrotv9news

11 Agu 2026

METROTV9NEWS.COM // – Ngawi – Serikat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Ngawi melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., Kamis (6/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di kediaman Kapolres Ngawi tersebut diterima langsung oleh AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K. Kegiatan ini murni merupakan …

Menyambut HUT RI ke-81, Plt. Dirtahti Polda Bali: Rencana Kokoh Adalah Jembatan Meraih Cita-cita Bangsa

Redaksi 01 Metrotv9news

11 Agu 2026

Menyambut HUT RI ke-81, Plt. Dirtahti Polda Bali: Rencana Kokoh Adalah Jembatan Meraih Cita-cita Bangsa DENPASAR – Memasuki masa menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, semangat membangun bangsa lewat perencanaan matang disampaikan AKBP Ida Bagus Dedi Januarta, S.H., M.H. selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Bali, saat …

DPP PWO Dwipa Desak Bareskrim Polri Buka Hasil Penggerebekan di HH Club Planet 3 Batam

Redaksi Metrotv9news

10 Agu 2026

METROTV9NEWS.COM // Jakarta- Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (DPP PWO Dwipa) mendesak Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas peredaran narkotika dan membuka secara transparan hasil penggerebekan di HH Club Planet 3 Batam. Ketua Umum DPP PWO Dwipa, Feri Rusdiono, S.H., dalam keterangannya menyatakan bahwa dugaan peredaran narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM) di Batam …

Kapolres Kediri Ingatkan Jajaran Tak Underestimate Jelang Perayaan HUT RI

Redaksi 01

10 Agu 2026

KEDIRI || METROTV9NEWS — Deretan kegiatan masyarakat mulai meningkat menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kondisi tersebut membuat jajaran Polres Kediri diminta tidak sekadar menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga membaca potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan. Pesan itu disampaikan Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. saat memimpin apel jam pimpinan …

Bangun Jejaring Lintas Elemen, Kapolres Kediri Sambangi TNI, Ulama hingga Ketua PN

Redaksi 01

10 Agu 2026

KEDIRI || METROTV9NEWS — Membangun keamanan tidak cukup hanya dengan memperkuat barisan internal. Komunikasi dengan TNI, tokoh agama dan unsur penegak hukum juga menjadi bagian penting untuk membaca persoalan di masyarakat dari berbagai sisi. Hal itu dilakukan Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. pada awal masa tugasnya. Senin (10/8/2026), Beliau menjalani …

x
x