Digaji dari Uang Rakyat, Jangan Kebanyakan Minta Dimaklumi

Redaksi 01 Metrotv9news 07 Jun 2026

Editorial Rakyat



Oleh: Eko Puguh Prasetijo



Rakyat Tulungagung ini sebenarnya sabar



Terlalu sabar malah.Kalau pupuk mahal, petani masih sabar.Kalau dagangan sepi, pedagang masih sabar.Kalau harga kebutuhan naik, ibu-ibu masih sabar.Kalau upah habis sebelum akhir bulan, buruh masih sabar.Kalau jalan rusak, orang masih bilang, “Ya mungkin belum ada anggaran.”

Kalau pelayanan lambat, orang masih bilang, “Ya sabar saja.”

Semuanya sabar.

Tapi pertanyaannya, sampai kapan rakyat yang disuruh sabar?

Kenapa yang selalu diminta mengerti itu rakyat?Kenapa yang selalu diminta memaklumi itu rakyat?Padahal yang membayar negara ini juga rakyat.

Yang bayar pajak rakyat.Yang belanja di pasar rakyat.Yang beli bensin rakyat.Yang bayar PBB rakyat.Yang tiap hari muter uang di Tulungagung juga rakyat.

Maka jangan salah kalau rakyat bertanya.

Kalau sudah digaji dari uang rakyat, kerjanya bagaimana?Rakyat tidak minta disembah.Tidak minta diperlakukan seperti pejabat.

Rakyat cuma ingin satu.Kalau datang ke kantor pelayanan, jangan dipersulit.

Itu saja.

Kalau mengurus surat, jangan dibuat muter.Kalau bertanya, jangan dijawab dengan muka yang seolah-olah rakyat datang membawa masalah.Kalau mengadu, jangan dianggap mengganggu.

Karena yang datang itu bukan pengemis.

Mereka pemilik daerah ini.

Gedung kantor itu dibangun dari uang rakyat.

Lampunya dari uang rakyat.AC-nya dari uang rakyat.Mobil dinas dari uang rakyat.Seragam dari uang rakyat.

Gaji dari uang rakyat.Tunjangan juga dari uang rakyat.Jadi tidak salah kalau rakyat ingin melihat hasilnya.Karena rakyat tidak bisa makan dari banner.

Rakyat tidak kenyang oleh spanduk. Rakyat tidak hidup dari seremoni.Rakyat tidak hidup dari foto-foto kegiatan.

Yang dibutuhkan rakyat itu sederhana.

Pelayanan cepat.Jalan yang bagus.Sekolah yang layak.Puskesmas yang ramah.Pasar yang hidup.

UMKM yang dibantu sungguh-sungguh.Informasi yang jelas.

Itu saja.

Tidak aneh.Tidak muluk-muluk.

Dan tulisan ini bukan sedang memukul semua ASN.

Banyak ASN yang baik.Banyak yang pulang malam.Banyak yang benar-benar melayani.

Mereka harus dihormati.

Tapi jangan karena banyak yang baik, lalu yang malas harus didiamkan.

Jangan karena ada yang bekerja, lalu yang hanya menikmati jabatan ikut merasa aman.

Karena rakyat juga punya mata.Rakyat tahu siapa yang bekerja.Rakyat tahu siapa yang cuma pintar bicara.Rakyat tahu siapa yang melayani dengan hati.Dan rakyat juga tahu siapa yang paling rajin hadir kalau ada kamera.

Kalau rakyat telat bayar kewajiban, cepat sekali ditagih.Kalau rakyat salah administrasi, cepat sekali disuruh melengkapi.

Tapi kalau pelayanan buruk, siapa yang menagih?Kalau rakyat dipingpong dari meja ke meja, siapa yang bertanggung jawab?Kalau ada yang hanya menikmati jabatan, siapa yang berani mengevaluasi?Jangan terus rakyat disuruh mengerti.

Sekali-kali birokrasi juga belajar mengerti rakyat.

Jangan terus rakyat yang diminta sabar.Sekali-kali birokrasi yang belajar merasa malu.Karena jabatan itu bukan warisan.

Jabatan itu amanah.Kursi itu bukan milik pribadi.Kursi itu titipan rakyat.

Dan jangan lupa.

Yang membuat kursi itu ada bukan pejabat.Bukan elite.Bukan kelompok tertentu.

Tapi rakyat.

Petani.Buruh.Pedagang.Sopir.Guru.Tukang becak.Nelayan.Pelaku UMKM.Ibu rumah tangga.

Anak-anak muda yang setiap hari berjuang mencari pekerjaan.Semua ikut membiayai negara ini.

Karena itu rakyat tidak sedang minta dihormati.

Rakyat hanya minta jangan dilupakan.

Kami tidak anti ASN.Kami tidak benci pemerintah.Kami hanya capek kalau terus disuruh sabar.Kami hanya capek kalau terus diminta mengerti.Kami hanya capek kalau yang berubah cuma slogan.

Karena rakyat tidak butuh kata-kata yang terlalu indah.Rakyat butuh hasil.

Kalau memang digaji dari uang rakyat, bekerjalah sungguh-sungguh untuk rakyat.

Kalau menerima tunjangan, tunjukkan manfaatnya kepada rakyat.

Kalau duduk di kursi pelayanan, jangan lupa siapa yang membayar kursi itu.

Dan kalau rakyat hari ini mulai bertanya lebih keras, jangan marah.

Jangan tersinggung.Jangan merasa diserang.Dengarkan saja.Karena mungkin bukan rakyat yang semakin berisik.Mungkin yang terlalu lama adalah suara rakyat yang tidak pernah sungguh-sungguh didengar.

Catatan Redaksi

Tulisan ini merupakan editorial sebagai bentuk kritik terhadap kualitas pelayanan publik dan budaya birokrasi yang tidak responsif. Kritik tidak ditujukan kepada seluruh ASN, melainkan terhadap praktik pelayanan yang buruk. Redaksi menghormati ASN yang bekerja dengan jujur dan profesional serta membuka ruang hak jawab dan koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sosialisasi Hari Hak untuk Tahu di CFD Jakarta, Perkuat Edukasi Informasi Publik

Redaksi 01

27 Sep 2026

JAKARTA || METROTV9NEWS – Divisi Humas Polri menggelar sosialisasi hak untuk tahu di tengah car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026) pagi. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia 2026 sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi. ‎Kabag Yaninfodok Biro PID Divisi Humas Polri Kombes Pol Komang Suartana …

Ulama Jadi Kompas, Polri Jaga Rasa Aman: Kapolri Teguhkan Kolaborasi untuk Bangun Negeri

Redaksi 01

27 Sep 2026

REMBANG || METROTV9NEWS – Pembangunan membutuhkan ruang yang aman, sementara keamanan membutuhkan persatuan yang terus dirawat. Dalam upaya tersebut, ulama dan umara memiliki peran berbeda tetapi saling menguatkan: ulama memberikan arah dan tuntunan, sedangkan Polri menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dan pembangunan terus berjalan. Pesan itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, …

Polres Blitar dan Tim Gabungan Intensifkan Patroli Pemantauan, Antisipasi Karhutla Gunung Butak

Redaksi 01

27 Sep 2026

BLITAR || METROTV9NEWS – Jajaran Polres Blitar Polda Jatim bersama tim gabungan terus mengintensifkan patroli pemantauan dan pengendalian guna mengantisipasi munculnya titik api di kawasan Gunung Butak. Langkah taktis ini dilakukan oleh personel yang bersiaga di Posko Hutan Lindung BKPH Ampelgading, tepatnya di sisi lereng selatan Puncak Pitrang, dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan …

Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Redaksi 01

27 Sep 2026

REMBANG || METROTV9NEWS – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa. Kebersamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, …

Polantas KARIB, Kapolri Dorong Teknologi Jadi Jembatan Pelayanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Redaksi 01

27 Sep 2026

JAKARTA || METROTV9NEWS – Memasuki usia ke-71, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat perannya sebagai salah satu wajah pelayanan Polri yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Transformasi diarahkan bukan hanya pada modernisasi sistem, tetapi juga membangun pelayanan yang semakin mudah, responsif, dan berorientasi pada keselamatan. Arah tersebut tercermin dalam Syukuran Hari Lalu Lintas …

Polres Gresik Gencarkan Inovasi Kopi Keliling, Bangun Kedekatan dengan Warga Ajak Jaga Kamtibmas

Redaksi 01

27 Sep 2026

GRESIK || METROTV9NEWS – Upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif terus digalakkan Polres Gresik Polda Jatim lewat pendekatan humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satuan Binmas (Satbinmas) melalui program Kopi Keliling. Kegiatan ini dikemas santai. Sembari membagikan kopi gratis, personel Satbinmas berbaur langsung untuk mencairkan suasana di tengah aktivitas warga. Melalui ruang …

x
x