Irama Alam Semesta, Kata Bijak: “Dibasahi Hujan, Dikeringi Matahari, Pipi Basah Usapi Sendiri”

Redaksi 01 Metrotv9news 13 Feb 2026

Saat langit membasuh bumi dengan hujan, kita tahu dengan pasti bahwa nantinya matahari akan muncul untuk mengeringkannya. Bulan akan tetap bersinar di malam hari, mengikuti ritme yang sudah ditetapkan alam semesta sejak ribuan tahun yang lalu. Semua berjalan sesuai dengan aturan yang tak bisa kita ubah, tapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Ketika pipi kita basah, tak ada matahari atau bulan yang bisa menyapunya selain kita sendiri, pada Jumat (13/02/2026).

Ungkapan bijak yang akrab didengar masyarakat ini kini semakin terasa mendalam ketika kita kaitkannya dengan hubungan kita terhadap alam semesta. Bumi yang kita tempati bergantung pada sinar matahari untuk hidup, dari tumbuhan yang berfotosintesis hingga suhu yang membuat kehidupan bisa berjalan. Bulan mengatur pasang surut lautan, memberi irama pada gerakan alam yang kita rasakan setiap hari. Semua ini berjalan dengan sendirinya, tanpa kita harus campur tangan atau mengendalikan arahnya.

Foto: Keperwil Bali Metrotv9news

Begitu pula dengan banyak hal dalam hidup kita yang seperti siklus alam semesta. Kadang kita dihadapkan pada “musim hujan” dalam hidup, kesusahan yang datang seperti hujan deras yang membasahi segala sesuatu, tak bisa kita halangi atau paksa berhenti. Seperti bumi yang menerima hujan sebagai bagian dari proses kehidupan, kita juga harus belajar menerima bahwa ada masa-masa sulit yang menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup. Kita hanya bisa berdiri tegak, bersabar menunggu hingga “matahari” datang, bisa berupa waktu yang menghaluskan segala sesuatu, atau pelajaran yang kita dapatkan dari pengalaman itu.

Namun alam semesta juga mengajarkan kita tentang tanggung jawab pribadi. Matahari tidak akan pernah menggantikan peran kita untuk merawat diri sendiri, sama seperti bulan tidak akan pernah menyeka air mata yang menetes di pipi kita. Bumi sendiri juga berusaha menjaga keseimbangannya, dengan hutan yang menyerap karbon, lautan yang menyaring air, dan tanah yang memberi tempat tumbuhnya kehidupan. Bumi tidak hanya menunggu bantuan dari luar, melainkan aktif bekerja untuk menjaga dirinya sendiri.

Foto: Keperwil Bali Metrotv9news

Begitu pula dengan kita. Ketika kita merasa terbebani karena kesalahan yang kita buat, atau merasa sedih karena pilihan yang kita pilih, kita harus seperti bumi yang aktif menjaga dirinya. Pipi yang basah karena menangis? Usaplah sendiri, karena kita yang paling tahu apa yang kita butuhkan untuk merasa baik kembali. Hati yang terbebani karena kesalahan masa lalu? Bersihkanlah sendiri, dengan cara meminta maaf, belajar dari kesalahan, atau berusaha menjadi lebih baik di masa depan.

Tak ada kekuatan alam semesta yang bisa mengambil alih tanggung jawab kita terhadap diri sendiri. Matahari bisa menerangi jalan kita, bulan bisa memberi ketenangan pada malam kita, tapi langkah untuk maju dan merubah diri tetap ada di tangan kita sendiri. Itulah pesan mendalam yang disampaikan oleh ungkapan bijak itu. Hidup dalam harmoni dengan irama alam semesta, tapi tetap menjadi pemimpin dalam kehidupan kita sendiri.

Oleh: Juli Edi Syah Putra, SH
Pewarta: Kaperwil Bali
Editor: Juli ESP

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Warga Kalipare Kesulitan Air, Polres Malang-BPBD Salurkan 5.000 Liter

Redaksi 01

28 Sep 2026

MALANG || METROTV9NEWS – Warga Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, mendapat bantuan 5.000 liter air bersih. Bantuan disalurkan Polres Malang bersama BPBD Kabupaten Malang untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kemarau panjang. Satu tangki air bersih dikirim ke Dusun Banduarjo pada Sabtu (26/9/2026). Air kemudian didistribusikan kepada warga di RT 37 hingga …

Polres Malang Gagalkan Peredaran 1,1 Kg Sabu dari Jakarta

Redaksi 01

28 Sep 2026

MALANG || METROTV9NEWS – Polres Malang menggagalkan peredaran lebih dari 1,1 kilogram sabu yang dibawa dari Jakarta ke Kabupaten Malang. Polisi menangkap seorang pria berinisial RM (30), di wilayah Dengkol, Kecamatan Singosari. Dari tangan RM, polisi menyita tiga paket sabu dengan total berat 1.159,49 gram. Polisi juga mengamankan 2.122 butir ekstasi dan 168 cartridge vape …

Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital

Redaksi 01

28 Sep 2026

MEDAN || METROTV9NEWS — “Satu Klik, Sejuta Dampak” menjadi tema Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026. Tema tersebut sejalan dengan pesan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengenai perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi, dan peran strategis pemuda dalam menghadapi perubahan. Dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru UMSU, …

POLDA KEPRI AJAK PELAJAR KEPRI DAFTAR SMA KEMALA TARUNA BHAYANGKARA TA 2027/2028 ‎

Redaksi 01

28 Sep 2026

BATAM || METROTV9NEWS – Polda Kepulauan Riau mengajak para pelajar SMP di Provinsi Kepulauan Riau untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028. Pendaftaran resmi dibuka mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026 melalui portal resmi SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Ajakan ini merupakan bagian dari sosialisasi yang …

Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi

Redaksi 01

28 Sep 2026

PROBOLINGGO KOTA || METROTV9NEWS – Polres Probolinggo Kota memberikan penghargaan kepada 10 personel yang dinilai berprestasi dan berkontribusi dalam pelaksanaan tugas. Penghargaan tersebut diberikan dalam apel di Lapangan Mapolres Probolinggo Kota, Senin (28/9/2026). Apel pemberian penghargaan digelar mulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri. Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Kompol …

Rawat Tanaman hingga Panen, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani di Badal

Redaksi 01

28 Sep 2026

KEDIRI || METROTV9NEWS — Tanaman pangan yang sudah ditanam masih menghadapi tantangan lain sebelum memasuki masa panen. Hama dan gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jika tidak segera dikenali dan ditangani. Persoalan itu pula yang dibahas Bhabinkamtibmas Desa Badal, Aipda Ari Asanto, bersama kelompok tani di Desa Badal, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (28/9/2026). Alih-alih sekadar …

x
x