Perjalanan Paling Jauh Adalah Mencari Diriku Sendiri 

Redaksi 01 Metrotv9news 23 Agu 2026

Perjalanan Paling Jauh Adalah Mencari Diriku Sendiri

Karya & Renungan KH. Samsul Hadi, S.E., M.Pd., Wakil Rektor ISTNUBA BaliDENPASAR — “Di antara segala perjalanan yang pernah kita tempuh—melintasi jalan raya, mendaki bukit dan gunung, menyeberangi samudra, berpindah kota bahkan pulau—ternyata perjalanan yang paling jauh, paling menantang, sekaligus paling penting sepanjang hidup manusia bukanlah menuju tempat yang jauh di luar sana. Melainkan perjalanan masuk ke dalam diri sendiri: mengenali, memahami, menerima, menyadari, serta menyempurnakan siapa hakikat diriku sesungguhnya.” Demikianlah renungan mendalam yang disampaikan oleh KH. Samsul Hadi, S.E., M.Pd., selaku Wakil Rektor ISTNUBA Bali, sebuah pemikiran yang sederhana namun menyentuh akar kehidupan kita semua.

Beliau mengawali renungannya dengan mengingatkan pada sabda Rasulullah SAW yang penuh makna:

“Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbahu.”

“Barangsiapa mengenal dirinya, sesungguhnya ia telah mengenal Tuhannya.” (HR. Al‑Baihaqi)

Seringkali kita sibuk mengejar hal‑hal yang tampak luar: jabatan, kedudukan, penghargaan, pengakuan orang lain, harta, kemewahan, nama baik—terus berlari ke sana‑sini, berjuang keras, bersaing, bahkan kadang melupakan hal yang paling mendasar: siapa saya? untuk apa saya hidup? nilai apa yang saya bawa? ke arah mana yang benar‑benar saya tuju? Kita mudah mengenali wajah orang lain, menghafal keterangan dan aturan, namun kadang justru buta terhadap hati nurani sendiri—tidak jujur pada diri sendiri, menutupi kelemahan, takut melihat kekurangan, atau bahkan lupa bahwa semua pencapaian luar itu hanyalah wadah, yang isinya ditentukan sepenuhnya oleh kualitas jiwa di dalamnya.

Mencari diri sendiri berarti berani jujur tanpa penyamaran: mengakui apa yang kita kuasai, apa yang masih lemah, ke mana arah prinsip kita, apa yang kita pertahankan meski berat, dan apa yang harus kita ubah meski menyakitkan. Ia adalah proses yang terus‑menerus membersihkan hati dari kesombongan, mengikis sifat‑sifat yang belum baik, memperteguh niat yang murni, menyelaraskan perkataan, perasaan, dan perbuatan menjadi satu kesatuan yang utuh dan lurus. Sebagaimana pula sabda Nabi SAW:

“Afsalukum man ahsanu ta’ammuran li nafsihi.”

“Orang yang paling utama di antara kalian adalah yang paling baik dalam memperbaiki dirinya sendiri.” (HR. Thabrani)

Tidak ada orang yang mampu melakukannya untuk kita—hanya kita sendiri yang harus berjalan pelan namun pasti, mendalami, merenungi, mempertanyakan, lalu memperbaiki diri hari demi hari tanpa henti.

Bagi seorang ulama, pendidik, dan pemimpin umat, perjalanan ini menjadi jauh lebih krusial: sebelum kita mampu membimbing, mengingatkan, dan memberi manfaat bagi orang lain dengan benar, kita wajib mampu menjaga diri sendiri terlebih dahulu. Seseorang yang belum mengenali dan menguasai dirinya, tidak akan pernah mampu menuntun atau melayani orang lain dengan adil, bijaksana, dan tepat. Kekuatan yang sejati bukanlah kekuatan untuk menonjolkan diri atau mengungguli orang lain, melainkan kekuatan untuk menaklukkan diri sendiri—mengendalikan keinginan, menahan kemarahan, tetap rendah hati meski dihormati, tetap teguh pendirian meski sepi pendukung, tetap jujur meski tidak ada siapa pun yang melihat.

KH. Samsul Hadi, S.E., M.Pd. menegaskan dengan tulus: “Dunia ini penuh dengan keramaian, gangguan, dan suara‑suara dari luar yang kadang membuat kita bingung arah. Kembalilah ke dalam diri—di sanalah kebenaran, ketenangan, pegangan, dan cahaya sejati itu berada. Semakin lama perjalanan ini kita jalani, semakin kita sadar: bahwa kita tidak berjuang untuk menjadi yang paling hebat di mata orang lain, melainkan menjadi versi diri yang paling baik, paling benar, dan paling bermanfaat—sesuai hakikat penciptaan kita sebagai hamba Allah yang diciptakan dalam bentuk sebaik‑baiknya.”

Dan pada akhirnya, ketika seseorang sungguh‑sungguh telah menemukan dirinya, ia tidak menjadi orang yang tertutup atau mementingkan diri sendiri—justru sebaliknya: ia menjadi lebih terbuka, lebih peduli, lebih mampu memahami orang lain, lebih sabar, dan lebih bijaksana. Karena ia sudah tahu siapa dirinya dan untuk siapa ia hidup, ia tidak lagi mudah goyah oleh pujian atau cemoohan; karena ia tahu apa yang ia perjuangkan, ia tidak mudah tersesat oleh arus zaman. Mencari diri sendiri adalah perjalanan terpanjang seumur hidup—namun bila berhasil dilalui, itulah pula perjalanan yang paling berharga, yang akan menerangi setiap langkah kita hingga ke akhir hayat.

Pewarta: Jaya

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sosialisasi Hari Hak untuk Tahu di CFD Jakarta, Perkuat Edukasi Informasi Publik

Redaksi 01

27 Sep 2026

JAKARTA || METROTV9NEWS – Divisi Humas Polri menggelar sosialisasi hak untuk tahu di tengah car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026) pagi. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia 2026 sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi. ‎Kabag Yaninfodok Biro PID Divisi Humas Polri Kombes Pol Komang Suartana …

Ulama Jadi Kompas, Polri Jaga Rasa Aman: Kapolri Teguhkan Kolaborasi untuk Bangun Negeri

Redaksi 01

27 Sep 2026

REMBANG || METROTV9NEWS – Pembangunan membutuhkan ruang yang aman, sementara keamanan membutuhkan persatuan yang terus dirawat. Dalam upaya tersebut, ulama dan umara memiliki peran berbeda tetapi saling menguatkan: ulama memberikan arah dan tuntunan, sedangkan Polri menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dan pembangunan terus berjalan. Pesan itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, …

Polres Blitar dan Tim Gabungan Intensifkan Patroli Pemantauan, Antisipasi Karhutla Gunung Butak

Redaksi 01

27 Sep 2026

BLITAR || METROTV9NEWS – Jajaran Polres Blitar Polda Jatim bersama tim gabungan terus mengintensifkan patroli pemantauan dan pengendalian guna mengantisipasi munculnya titik api di kawasan Gunung Butak. Langkah taktis ini dilakukan oleh personel yang bersiaga di Posko Hutan Lindung BKPH Ampelgading, tepatnya di sisi lereng selatan Puncak Pitrang, dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan …

Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Redaksi 01

27 Sep 2026

REMBANG || METROTV9NEWS – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa. Kebersamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, …

Polantas KARIB, Kapolri Dorong Teknologi Jadi Jembatan Pelayanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Redaksi 01

27 Sep 2026

JAKARTA || METROTV9NEWS – Memasuki usia ke-71, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat perannya sebagai salah satu wajah pelayanan Polri yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Transformasi diarahkan bukan hanya pada modernisasi sistem, tetapi juga membangun pelayanan yang semakin mudah, responsif, dan berorientasi pada keselamatan. Arah tersebut tercermin dalam Syukuran Hari Lalu Lintas …

Polres Gresik Gencarkan Inovasi Kopi Keliling, Bangun Kedekatan dengan Warga Ajak Jaga Kamtibmas

Redaksi 01

27 Sep 2026

GRESIK || METROTV9NEWS – Upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif terus digalakkan Polres Gresik Polda Jatim lewat pendekatan humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satuan Binmas (Satbinmas) melalui program Kopi Keliling. Kegiatan ini dikemas santai. Sembari membagikan kopi gratis, personel Satbinmas berbaur langsung untuk mencairkan suasana di tengah aktivitas warga. Melalui ruang …

x
x