Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri

Redaksi Metrotv9news 09 Sep 2026

METROTV9NEWS.COM // – JAKARTA, 8 September 2026 — Pusat Studi Ilmu Kepolisian terus menggeliat sebagai ruang pengembangan gagasan, penelitian, dan diskusi akademik untuk mendorong transformasi Polri. Salah satu perkembangan terbarunya ditunjukkan melalui kegiatan Bedah Buku “Ide-Ide Reformasi Birokrasi Kepolisian” yang berlangsung di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ekosistem akademik yang dibangun atas inisiatif Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. untuk mendorong Pusat Studi Kepolisian tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menjadi wadah lahirnya gagasan, penelitian, karya ilmiah, dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan kepolisian.

Bedah buku tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa S2 MIK Angkatan 16 dan S1 Polwan Angkatan 1 Tahun 2025, 20 perwakilan Sepolwan, serta disaksikan masyarakat melalui kanal YouTube Pusat Studi Ilmu Kepolisian yang hingga kegiatan berlangsung mencatat 3.878 views.

Forum menghadirkan Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. sebagai pemateri, dengan Dr. Yopik Gani, S.IP., M.Si. dan Dr. Vita Mayastinasari, S.E., M.Si. sebagai narasumber. Kegiatan dipandu oleh Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa sejak Pusat Studi Ilmu Kepolisian diresmikan pada 10 Maret 2026, geliat akademik terus berkembang. Aktivitas Pusat Studi tidak berhenti pada seminar dan diskusi, tetapi bergerak dalam rangkaian meneliti, menulis, menerbitkan, membedah, dan mengembangkan gagasan untuk memperkuat ilmu kepolisian.

Dari Buku Menjadi Ruang Dialog

Buku Ide-Ide Reformasi Birokrasi Kepolisian menjadi salah satu karya yang dibawa kembali ke ruang akademik untuk dibaca dan diuji melalui perspektif mahasiswa serta para akademisi dan praktisi kepolisian.

Moderator Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo menyampaikan bahwa reformasi dan inovasi kepolisian perlu terus dilakukan melalui ide, pemikiran, dan terobosan baru untuk menjawab kritik serta tuntutan masyarakat.

Perubahan Polri tidak hanya menyangkut struktur organisasi, tetapi juga peningkatan profesionalisme, kepatuhan terhadap hukum, budaya organisasi, dan kemampuan polisi dalam menjaga keteraturan sosial.

“Polri membutuhkan keberanian untuk berubah dan berinovasi agar semakin profesional, responsif terhadap masyarakat, serta mampu menghadapi dinamika dan tantangan kepolisian di masa depan,” ujarnya.

Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menekankan bahwa reformasi membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, mandiri, kompeten, dan adaptif.

Menurutnya, mahasiswa maupun pemimpin harus mampu menghasilkan gagasan, mencari solusi, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya menempatkan kompetensi, pengetahuan, pengalaman, kemauan belajar, dan komitmen sebagai fondasi kepemimpinan.

“Polri sebagai alat negara harus profesional dan independen, mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat, bukan kepentingan politik atau kekuasaan,” tegasnya.

Chryshnanda juga mendorong birokrasi kepolisian yang efektif, orientasi kepada masyarakat, serta kemampuan polisi menjadi problem solver yang adaptif.

Reformasi Birokrasi Harus Menyentuh Kultur

Dr. Yopik Gani menjelaskan bahwa reformasi Polri mencakup aspek struktural, instrumental, dan kultural.

Menurutnya, reformasi tidak cukup hanya mengubah aturan atau struktur organisasi. Perubahan harus menyentuh cara berpikir, budaya kerja, kualitas sumber daya manusia, serta hubungan polisi dengan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya smart policing yang mengintegrasikan personel, teknologi dan masyarakat. Teknologi digunakan sebagai instrumen untuk memperkuat kepolisian, namun tetap harus mempertahankan dimensi kemanusiaan dalam pelayanan.

“Reformasi sebagai pondasi, manusia sebagai tujuan akhir pemolisian, perubahan kultur sebagai proses transformasi, teknologi sebagai sarana mencapai tujuan, dan pendidikan kepolisian sebagai mesin utama reformasi,” jelasnya.

Sementara Dr. Vita Mayastinasari menjelaskan bahwa buku Ide-Ide Reformasi Birokrasi Kepolisian menghimpun berbagai pemikiran dan pengalaman praktisi senior mengenai perkembangan kepolisian.

Pembahasannya mencakup reformasi Polri, birokrasi, teknologi dan cybercrime, kriminalitas, perkembangan tugas, krisis, hingga dinamika kehidupan anggota Polri.

Menurutnya, keragaman perspektif tersebut menunjukkan bahwa reformasi kepolisian merupakan proses yang terus berkembang dan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Mahasiswa Ikut Menguji Gagasan Reformasi

Geliat akademik Pusat Studi juga terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa dalam forum tersebut.

Salah satu pertanyaan mahasiswa S2 MIK membahas pentingnya pendidikan akademik bagi anggota kepolisian dalam menghadapi penegakan hukum, khususnya ketika menggunakan diskresi dan restorative justice.

Menanggapi hal tersebut, Chryshnanda menegaskan bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga penegak keadilan.

Diskresi dan restorative justice harus tetap mengutamakan hukum, keadilan, kemanusiaan, dan kepentingan masyarakat. Kewenangan harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab, dengan landasan moral dan bukan kepentingan pribadi.

Pertanyaan lain mengangkat reformasi kultural dan bagaimana membangun sistem merit agar loyalitas anggota lebih kuat kepada institusi daripada kepada individu atau kelompok.

Chryshnanda menjelaskan bahwa reformasi kultural harus dimulai dari perbaikan sistem dan birokrasi, bukan pendekatan personal atau paternalistik.

Diperlukan pemimpin transformatif yang mampu membangun tim transformasi, mengubah mindset melalui literasi, mengutamakan kompetensi dan sistem merit, serta memperkuat smart policing dan pengawasan.

Pusat Studi Terus Menggeliat

Sejak diinisiasi dan kemudian diresmikan pada 10 Maret 2026, Pusat Studi Kepolisian terus membangun tradisi akademik melalui berbagai kegiatan.

Salah satu capaian yang menonjol adalah lahirnya 48 buku dalam ekosistem karya Pusat Studi Kepolisian, mencakup berbagai tema seperti ilmu kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, pemolisian masyarakat, reformasi birokrasi, sumber daya manusia, teknologi, digital policing, hingga persoalan sosial dan kemanusiaan.

Termasuk di dalamnya karya-karya yang telah dibedah dan dikaji secara akademik, termasuk sejumlah buku karya Wakapolri.

Buku-buku tersebut diarahkan tidak sekadar menjadi koleksi literasi, tetapi menjadi bahan bacaan, referensi, dan kajian akademis bagi anggota Polri yang sedang bertugas.

Dengan demikian, kegiatan bedah buku menjadi bagian dari siklus pengetahuan: gagasan ditulis menjadi buku, buku dibaca dan diuji, hasil diskusi melahirkan pemikiran baru, dan pemikiran tersebut kembali dikaitkan dengan kebutuhan tugas kepolisian.

Inilah yang menjadi semangat dari inisiatif Wakapolri dalam mengembangkan Pusat Studi Kepolisian sebagai bagian dari penguatan evidence-based policing.

Pusat Studi diharapkan terus menjadi ruang yang mempertemukan akademisi, praktisi, mahasiswa dan anggota Polri untuk mengembangkan ilmu yang relevan dengan persoalan nyata di masyarakat.

Dari ruang akademik lahir pengetahuan. Dari lapangan lahir persoalan. Pusat Studi Kepolisian mempertemukan keduanya untuk membangun pemolisian yang semakin profesional, modern, humanis, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

Pawarta : Jhon Hendri

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sinergi Cegah Korupsi — Brigjen Pol. Boro Windu Danandito Tekankan Peran Strategis 726 Bhabinkamtibmas di Bali

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI — Brigjen Pol. Boro Windu Danandito, S.I.K., M.A.P., Wakil Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Wakakortastipidkor) Polri, menegaskan peran sangat penting yang diemban oleh 726 Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh pelosok Bali sebagai garda terdepan pencegahan korupsi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan dengan penindakan di lapangan — …

Polsek Kandat Melaksanakan Giat Ketahanan Pangan, Kapolsek Dorong Warga Optimalkan Lahan Produktif

Redaksi 01

29 Sep 2026

KEDIRI || METROTV9NEWS – Kepolisian Sektor Kandat Resor Kediri Polda Jatim melakukan pengecekan dan pendampingan kegiatan ketahanan pangan di wilayah hukumnya, Selasa (29/9/2026). Dari kegiatan tersebut, personel kepolisian memastikan pemanfaatan lahan masyarakat untuk sektor pertanian terus berjalan serta mendorong warga mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Kapolsek Kandat AKP Tutud Yudho …

Polwan Polres Kediri Kota Tunjukkan Sisi Humanis, Bagikan Snack dan Air Mineral kepada Peserta Aksi GARDA

Redaksi 01

29 Sep 2026

KEDIRI KOTA || METROTV9NEWS – Di tengah pelaksanaan aksi damai yang digelar kelompok Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Kediri Raya, Polres Kediri Kota menunjukkan pendekatan humanis dengan membagikan snack ringan dan air mineral kepada para peserta aksi, Selasa (29/9/2026). Aksi yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut berlangsung di sejumlah lokasi, dengan sasaran Kantor Pemerintah Kota …

Kodim 0808/Blitar Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo

Redaksi 01

29 Sep 2026

BLITAR || METROTV9NEWS – Dalam rangka membantu mengatasi kesulitan rakyat akibat kekeringan dan keterbatasan air bersih Kodim 0808/Blitar menggelar kegiatan Bhakti TNI berupa penyaluran air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di Dusun Panggungwinong Desa Sumberagung Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, Selasa (29/9/2026). Kegiatan sosial ini difokuskan di RT 01 dan RT 02 RW 06, guna …

Setetes Air, Sejuta Harapan Kodim 0809/Kediri Hadir untuk Warga Desa Surat

Redaksi 01

29 Sep 2026

KEDIRI || METROTV9NEWS – Bagi sebagian orang, air bersih mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang sedang menghadapi keterbatasan air, setetes air memiliki arti yang jauh lebih besar. Air menjadi kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan aktivitas sehari-hari. Selasa(29/9/2026) Melihat kondisi tersebut, Kodim 0809/Kediri kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan Bakti TNI AD penyaluran air …

Sertijab Kabiddokkes Polda Bali, Kombes Pol. dr. I Komang Tresna Resmi Gantikan Kombes Pol. dr. Komang Nurada Mahardana

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

METROTV9NEWS BALI – POLRI UNTUK MASYARAKAT. LAYANAN POLISI 📞110. FAST RENPON INDONESIA CENTER. POLDA BALI MELAYANI DENGAN SEPENUH HATI❤️. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Bali resmi berganti. Kombes Pol. DR.dr. I Komang Tresna, Sp.OG.(K)., M.A.R.S., S.H., M.H.Kes., resmi menjabat sebagai Kabiddokkes Polda Bali menggantikan Kombespol dr. Komang Nurada Mahardana, Sp. THT-KL. Pada Selasa …

x
x