“Rakyat Mulai Bertanya: Pemerintahan Tulungagung Masih Jalan atau Sudah Lumpuh Diam-Diam?”

Redaksi 01 Metrotv9news 19 Mei 2026

TAJUK RENCANA

Oleh: Eko Puguh Prasetijo


“Rakyat Mulai Bertanya: Pemerintahan Tulungagung Masih Jalan atau Sudah Lumpuh Diam-Diam?”

Pasca peristiwa OTT yang mengguncang pucuk kekuasaan di Tulungagung, masyarakat kini mulai merasakan sesuatu yang tidak bisa lagi ditutupi hanya dengan konferensi pers, baliho, atau pidato normatif pejabat. Pemerintahan memang masih terlihat hidup dari luar. Kantor masih buka. Absensi ASN masih berjalan. Mobil dinas masih lalu-lalang. Tetapi di lapangan, rakyat mulai merasakan satu kenyataan pahit: banyak hal terasa melambat, membingungkan, dan seperti kehilangan arah.

Yang paling berbahaya dari sebuah OTT bukan hanya jatuhnya seorang pejabat. Yang paling berbahaya adalah matinya keberanian birokrasi untuk bekerja. ASN menjadi takut mengambil keputusan. Pejabat saling menunggu tanda tangan. Program saling lempar tanggung jawab. Akibatnya, rakyat yang akhirnya menjadi korban.

Inilah yang mulai dipertanyakan masyarakat hari ini. Mengapa setelah OTT, pembangunan terasa tersendat? Mengapa pelayanan publik terasa lamban? Mengapa banyak keputusan strategis seperti berhenti di meja birokrasi? Dan mengapa pemerintah terlihat lebih sibuk menyelamatkan citra dibanding menenangkan keresahan rakyat?

Dalam negara hukum, kekuasaan bukan sekadar jabatan. Kekuasaan adalah amanah konstitusi untuk melayani rakyat. Karena itu, ketika pemerintahan mulai kehilangan efektivitas, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nama pejabat, tetapi legitimasi moral negara di mata masyarakat.

Secara hukum administrasi pemerintahan, keadaan seperti ini tidak boleh dibiarkan. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan mewajibkan setiap penyelenggara pemerintahan tetap bekerja berdasarkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB): kepastian hukum, kemanfaatan, keterbukaan, profesionalitas, dan pelayanan yang tidak merugikan rakyat. Negara tidak boleh ikut panik hanya karena elit politiknya bermasalah.

Rakyat membayar pajak bukan untuk membiayai birokrasi yang ketakutan. Rakyat membayar pajak agar jalan diperbaiki, pelayanan dipercepat, pembangunan dijalankan, dan ekonomi daerah bergerak. Karena itu, ketika pembangunan mulai tersendat, publik berhak bertanya: APBD ini benar-benar bekerja untuk rakyat atau hanya sibuk tersandera ketakutan politik?

Secara filosofis, pemerintahan ada bukan untuk melindungi kursi kekuasaan, tetapi untuk melindungi kepentingan rakyat. Dalam teori pelayanan publik modern, legitimasi pemerintah tidak diukur dari seberapa sering pejabat bicara di media, melainkan seberapa nyata pelayanan dirasakan masyarakat. Jika rakyat mulai merasa pembangunan mandek, ekonomi lesu, pelayanan lambat, dan birokrasi kehilangan nyali, maka sesungguhnya alarm krisis pemerintahan sudah mulai berbunyi.

Yang membuat rakyat marah sebenarnya bukan sekadar OTT. Rakyat marah kalau setelah OTT ternyata pemerintahan ikut limbung. Rakyat marah kalau proyek tersendat tetapi pejabat tetap bicara seolah semuanya baik-baik saja. Rakyat marah kalau yang dikorbankan akhirnya tetap masyarakat kecil: pedagang, buruh, petani, pelaku UMKM, dan warga desa yang hanya ingin hidupnya lebih baik.

Pemerintah daerah harus sadar, di era sekarang rakyat tidak lagi mudah ditenangkan dengan slogan. Publik melihat. Publik menghitung. Publik membandingkan. Ketika pembangunan tidak bergerak, rakyat bisa menilai sendiri siapa yang bekerja dan siapa yang hanya sibuk menjaga posisi aman.

Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya mengatakan “situasi terkendali.” Pemerintah wajib membuktikan kepada publik bahwa: pembangunan tetap berjalan; pelayanan publik tidak lumpuh; penyerapan anggaran tidak macet; birokrasi tetap berani bekerja; dan hukum tidak dijadikan alasan untuk membiarkan daerah berjalan tanpa arah.

Jika tidak, maka krisis yang awalnya hanya perkara hukum bisa berubah menjadi krisis kepercayaan publik. Dan ketika rakyat mulai kehilangan kepercayaan, itu jauh lebih berbahaya daripada sekadar kegaduhan politik sesaat.

Tajuk ini merupakan opini redaksional yang disusun dalam kerangka pengawasan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, hak jawab, hak koreksi, serta ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kawal Aspirasi, Tangkal Disinformasi, Polri Dorong Ruang Demokrasi Tetap Aman melalui Dialog Publik

Redaksi 01

30 Sep 2026

JAKARTA || METROTV9NEWS – Polri menggelar Dialog Penguatan Internal Polri ke-3 Tahun 2026 dengan tema “Mengawal Aspirasi, Menangkal Disinformasi: Penguatan Literasi Informasi dalam Mewujudkan Penyampaian Pendapat di Muka Umum yang Aman dan Demokratis” di Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat pemahaman personel Polri mengenai pentingnya literasi informasi, pelayanan penyampaian pendapat di …

Polres Probolinggo Optimalkan Peran Bhabinkamtibmas Jalin Kedekatan dengan Masyarakat

Redaksi 01

30 Sep 2026

PROBOLINGGO || METROTV9NEWS – Ada cara jitu yang terus dilakukan Polres Probolinggo Polda Jatim untuk menjaga wilayahnya tetap aman dan damai. Salah satunya dengan memaksimalkan peran personel Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Lewat agenda sambang warga, para Polisi ini nggak cuma sekadar patroli keliling kampung. Mereka aktif nongkrong bareng warga, …

Polres Malang Gagalkan Peredaran 1,1 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Asal Jakarta

Redaksi 01

30 Sep 2026

MALANG || METROTV9NEWS – Kepolisian Resor (Polres) Malang Polda Jatim berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat lebih dari 1,1 kilogram yang dibawa dari Jakarta menuju Kabupaten Malang. Dalam operasi ini, Polisi mengamankan seorang pria berinisial RM (30) di wilayah Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dari tangan tersangka, petugas menyita tiga paket sabu dengan berat …

SMA KTB Bersiap Menerima Angkatan Ketiga, Wakapolri Kawal Pembenahan

Redaksi 01

30 Sep 2026

BOGOR || METROTV9NEWS – Sehari setelah membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga Tahun Ajaran 2027/2028, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., kembali mengecek kesiapan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) di Gunung Sindur, Bogor, Selasa (29/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Wakapolri mengawal pengembangan SMA KTB agar …

Perkuat Ketahanan Ideologi, Densus 88 Dorong Transformasi Eks JI melalui Jalan Menuju Wasathiyah

Redaksi 01

30 Sep 2026

SERANG || METROTV9NEWS – 29 September 2026 — Densus 88 AT Polri melalui Satgaswil Banten kembali memperkuat upaya pencegahan ekstremisme melalui kegiatan Transformasi Ideologi bertajuk “Jalan Menuju Wasathiyah”. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama untuk membangun kesadaran ideologi yang sehat, moderat, serta memperkuat komitmen kebangsaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Le Dian Hotel …

Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba, 2.382 Tersangka Diamankan

Redaksi 01

30 Sep 2026

SURABAYA || METROTV9NEWS – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Polres jajaran mengungkap 1.870 kasus tindak pidana narkoba sepanjang periode Juli hingga September 2026. Dari rangkaian pengungkapan selama Triwulan III tersebut, sebanyak 2.382 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen …

x
x