Seminar: Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultur

redaksi 22 Jun 2025

NTT//METROTV9NEWS.COM

RUTENG METROTV9News.Com-,Panitia 10 tahun Kevikepan Reo dan 40 tahun imamat Rm Herman Ando, dalam kerjasama dengan Komisi Hubungan Antar agama dan Kepercayaan Keuskupan Ruteng serta Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng mengadakan acara seminar berjudul “Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Multikultur” di Aula Paroki Sta. Maria Rosari Reo pada Jumat, 20 Juni 2025.

Hadir sebagai narasumber adalah Rm. Dr. Hironimus Bandur, Ketua Komhak Keuskupan Ruteng sekaligus dosen Stipas St.Sirilus Ruteng. Beliau pertama-tama mengucap proficiat atas HUT Kevikepan yang ke 10 dan pancawindu imamat bagi Rm. Herman Ando. “Tidak salah jika kedua perayaan ini dilengkapi dengan acara seminar seperti ini, sebab Reo ini adalah wilayah multikultur dan multiagama. Yubilaris adalah seorang vikep. Acara ini inline dengan panggilan dan tugas beliau sebagai promotor nilai-nilai universal dari Konsili Vatikan II. Jadi sukacita dan kegembiraan Gereja adalah juga sukacita dan kegembiraan semua warga (bdk.GS 1)”.

Romo Hiro, alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu, membeberkan pertama-tama, hasil riset beliau sebelumnya pada 2019 tentang dinamika keagamaan Reo pasca reformasi dan kecenderungan hubungan ke arah positif akhir-akhir ini. Selain itu, tema tentang moderasi beragama dimulai dengan sejarah konsep dan gerakan moderasi beragama baik global maupun nasional. “Terminologi moderasi beragama menjadi kian menggema ketika Paus Fransiskus bertemu dengan Grand Syeikh Mesir, Moh Al-Tayyeb pada 2019 lalu”, ucap Romo Hiro. Materi dilanjutkan dengan mengurai data komposisi agama dunia (mayoritas Kristen), nasional (mayoritas Islam), regional (NTT- mayoritas Katolik), dan lokal (Manggarai – mayoritas Katolik).

“Negara Indonesia” kata beliau “adalah negara yang dihuni masyarakat plural, namun perilaku warganya kerapkali asimetris dengan fakta pluralitas, antara lain masih ditemukan fobia perbedaan (fobia simbol agama atau etnis tertentu), mental kepulauan juga meredup, dan penghayatan keagamaan yang miopik/rabun kemanudiaan. Kondisi-kondisi seperti ini tampak sebagai paradoks dari sebuah keragaman. Dalam konteks inilah, konsep dan gerakan moderasi beragama perlu digemakan. Konsepoderasi beragana dipandang negara sebagai jembatan yang menghubungkan kelompok keagamaan sayap kanan (ekstrim kanan) yang cenderung konservatif, fundamentalistik, radikaslistik dan ekstrimistik dengan kelompok keagamaan sayap kiri, yang menganasir teks keagamaan secara bebas dan sekular (liberal-sekulatistik).

Moderasi beragama menggaungkan 4 nilai utama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan ramah terhadap kultur lokal.

Moderator, Rm Martin Kendo, ketua komisi kepemudaan Keuskupan Ruteng melaporkan bahwa orang-orang muda yang hadir dalam seminar ini berasal dari 3 komunitas agama, yaitu masing -masing 15-20 orang dari 17 paroki se-kevikepan Reo, Remas, pemuda Kristen, para tokoh agama dan pemerintah Kecamatan Reo.

Seminar diramaikan dengan dialog, diskusi dan juga ice-breaking yang dikomandoi oleh Rm Marten sendiri.*

Pewarta:Agustinus Ardi

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Jaga Gambut Tetap Aman, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Pembasahan Berkelanjutan

Redaksi 01 Metrotv9news

28 Sep 2026

Banjarbaru – Kepulan asap yang masih terlihat dari sejumlah titik lahan gambut mendorong Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus meningkatkan upaya pembasahan dan pendinginan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Banjarbaru, Minggu (27/9/2026). Personel Satgas Darat kembali menyisir area yang masih menunjukkan indikasi panas dan asap. Pembasahan dilakukan secara intensif dengan mengarahkan air ke permukaan sekaligus …

MERINDING : Menelusuri Eksistensi Rahasia, Intuisi, Niskala, Dimensi, dan Misteri Gaib Nusantara

Redaksi 01 Metrotv9news

28 Sep 2026

BALI -Merinding — bukan sekadar getaran di permukaan kulit. Ia adalah pintu yang terbuka menuju sesuatu yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih agung dari yang dapat dijangkau oleh panca indra semata. Menelusuri Eksistensi — getaran itu menjadi bukti bahwa ada kehadiran yang nyata, meski tak tampak oleh mata. Sesuatu yang ada, menyapa, dan menyentuh …

Sosialisasi Hari Hak untuk Tahu di CFD Jakarta, Perkuat Edukasi Informasi Publik

Redaksi 01

27 Sep 2026

JAKARTA || METROTV9NEWS – Divisi Humas Polri menggelar sosialisasi hak untuk tahu di tengah car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026) pagi. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia 2026 sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi. ‎Kabag Yaninfodok Biro PID Divisi Humas Polri Kombes Pol Komang Suartana …

Ulama Jadi Kompas, Polri Jaga Rasa Aman: Kapolri Teguhkan Kolaborasi untuk Bangun Negeri

Redaksi 01

27 Sep 2026

REMBANG || METROTV9NEWS – Pembangunan membutuhkan ruang yang aman, sementara keamanan membutuhkan persatuan yang terus dirawat. Dalam upaya tersebut, ulama dan umara memiliki peran berbeda tetapi saling menguatkan: ulama memberikan arah dan tuntunan, sedangkan Polri menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dan pembangunan terus berjalan. Pesan itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, …

Polres Blitar dan Tim Gabungan Intensifkan Patroli Pemantauan, Antisipasi Karhutla Gunung Butak

Redaksi 01

27 Sep 2026

BLITAR || METROTV9NEWS – Jajaran Polres Blitar Polda Jatim bersama tim gabungan terus mengintensifkan patroli pemantauan dan pengendalian guna mengantisipasi munculnya titik api di kawasan Gunung Butak. Langkah taktis ini dilakukan oleh personel yang bersiaga di Posko Hutan Lindung BKPH Ampelgading, tepatnya di sisi lereng selatan Puncak Pitrang, dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan …

Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Redaksi 01

27 Sep 2026

REMBANG || METROTV9NEWS – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa. Kebersamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, …

x
x