TEMBAKAN PERINGATAN DARI TENTARA, PRABOWO HARUS DENGAR: JANGAN LENGAH!

redaksi 21 Apr 2025

BALI.METROTV9NEWS.COM

 

Oleh: *Edy Mulyadi, Wartawan Senior*

 

Ada yang menarik sekaligus penting dari peristiwa di Jakarta, 17 April 2025 silam. Ratusan jenderal dan kolonel purnawirawan TN lintas matra bicara lantang. Mereka bersuara, dalam bahasa militer. Ini bukan cuma pernyataan. Ini tembakan peringatan.

 

Delapan butir mereka sodorkan kepada Presiden Prabowo. Bukan asal bunyi. Ini suara nurani. Tanda bahwa bangsa sedang dalam kondisi darurat. Para patriot itu tak rela NKRI karam.

 

Nama-nama mereka bukan kaleng-kaleng. Ada jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno, mantan Wapres RI. Jenderal (Purn) Fachrul Razi, eks Wapang TNI. Juga ada Jenderal Tyasno Soedarto (eks KSAD), Laksamana Slamet Soebijanto (eks KSAL), dan Marsekal Hanafi Asnan (eks KSAU). Ini formasi penuh. Udara, laut, darat. Lengkap.

 

Seruan dalam bentuk pernyataan sikap ini harus Prabowo benar-benar anggap serius. Bayangkan, ada 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel ikut tandatangan. Di halaman depan, selain kelima jenderal bintang empat tadi, juga ada tandatangan Jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno.

 

Mari simak baik-baik kedelapan butir itu. Pertama, kembali ke UUD 1945 asli sebagai tata hukum politik dan tata kelola pemerintahan. Ini bukan nostalgia. Ini koreksi arah bangsa. UUD hasil amandemen empat kali, jelas-jelas menyimpang. Kedaulatan rakyat dirampas elit. Pasal 33—yang pro-ekonomi kerakyatan—dikebiri. Kekuatan asing dan aseng leluasa kuasai SDA. Reformasi dibajak. Rakyat dijebak.

 

Kedua, mendukung program kerja Kabinet Merah Putih yang dikenal sebagai Asta Cita, kecuali untuk kelanjutan pembangunan IKN.

Ini sinyal. Rakyat baiknya kawal  Prabowo. Jangan sampai masuk orang-orang titipan. Apalagi sisa kekuasaan lama yang sarat masalah. Gibran adalah ancaman. Bukan saja bagi Prabowo, tapi buat masa depan bangsa.

 

Selain itu, kabinet bukan ajang bagi-bagi jatah. Tapi ladang pengabdian. Kalau kabinet isinya orang rakus dan busuk, alamat rakyat makin terpuruk.

 

Ketiga, menghentikan PSN Pik 2, PSN Rempang, dan kasus-kasus serupa dikarenakan sangat merugikan dan menindas masyarakat. Juga berdampak pada kerusakan lingkungan. Proyek Strategis Nasional (PSN) ternyata jadi alat penindasan. Negara seharusnya melindungi rakyat, bukan justru jadi kaki tangan oligarki rakus. Ini pengkhianatan terang-terangan.

 

4. Menghentikan tenaga kerja asing Cina yang masuk ke wilayah NKRI. Metekaembalikan tenaga kerja Cina ke Negara asalnya. Ini sudah jadi keresahan nasional. Di Morowali, Konawe, Halmahera, bahkan sampai Papua. Buruh-buruh asing China kerja di sini. Gaji lebih besar. Fasilitas lebih mewah. Sementara anak negeri jadi penonton. Parahnya, banyak yang ilegal. Masuk diam-diam. Dibiarkan. Siapa bekingnya?

 

Kelima, Pemerintah wajib melakukan penertiban pengelolaan pertambangan yang tidak sesuai dengan aturan dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 2 dan Ayat 3. Singkat kata, tertibkan tambang. Data KPK menyebut ada 3.000 lebih tambang ilegal. Dari emas, nikel, batu bara, semuanya dirampok. Hutan rusak. Sungai tercemar. Warga menderita. Negara rugi triliunan. Tapi para cukong tetap bebas. Karena mereka punya pelindung: oknum aparat, pejabat, juga politisi. Inilah wajah tambang kita: rakus, brutal, dan jahat!

 

Keenam, melakukan reshuffle kepada para menteri, yang sangat diduga telah melakukan kejahatan korupsi dan mengambil tindakan tegas kepada para Pejabat dan Aparat Negara yang masih terikat dengan kepentingan mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

 

Kita menyebut poin keenam dengan reshuffle menteri busuk. Pernyataan ini keras. Tapi perlu. Kabinet mendatang harus bersih. Jangan ada menteri titipan mantan presiden. Apalagi yang diduga korup. Rakyat sudah muak. Muka-muka lama yang hobi tipu rakyat, seharusnya disingkirkan. Kalau Prabowo serius ingin ubah negeri, mulailah dari pilih menteri yang bersih dan jujur.

 

Ketujuh, mengembalikan Polri pada fungsi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di bawah Kemendagri. Hari ini Polri seperti lembaga super. Bisa bisnis. Bisa berpolitik. Langganan dan doyan represi. Nyaris bisa semua, tapi lupa tugas utama: jaga keamanan dan ketertiban. Lihat kasus penembakan. Kasus judi online. Kasus pemilu. Semua ada jejak Polri. Bahkan jadi alat kekuasaan.

 

Katanya Polri nelindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. Faktanya  rakyat jadi musuh. Rakyat justru diawasi dan ditakuti.

 

Delapan, mengusulkan pergantian Wakil Presiden kepada MPR karena keputusan MK terhadap Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Pemilu telah melanggar hukum acara MK dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman.

 

Ini bom waktu. Gugatan hukum pemilihan Gibran sebagai Wapres bukan berbasis jsapan jempol. Jelas ada pelanggaran konstitusi. Putusan MK sarat konflik kepentingan. Etikanya rusak. Praktiknya manipulatif. Kalau dibiarkan, legitimasi pemerintahan Prabowo terancam. Rakyat bisa marah. Bangsa bisa pecah.

 

Delapan butir pernyataan tersebut bukan angin lalu. Ini warning keras. Negeri ini sedang sakit. Harus ada yang pasang badan. Para jenderal sudah mulai. Kita rakyat, jangan diam. Saatnya bersatu. Kawal negeri. Lawan pengkhianat. Bangun masa depan. Dengan darah, air mata, dan keteguhan.

 

Bila para patriot sudah bersuara, hanya pengkhianat yang tetap membisu.

 

Jakarta, 20 April 2005.

*TEMBAKAN PERINGATAN DARI TENTARA, PRABOWO HARUS DENGAR: JANGAN LENGAH!*

Oleh: *Edy Mulyadi, Wartawan Senior*

Ada yang menarik sekaligus penting dari peristiwa di Jakarta, 17 April 2025 silam. Ratusan jenderal dan kolonel purnawirawan TN lintas matra bicara lantang. Mereka bersuara, dalam bahasa militer. Ini bukan cuma pernyataan. Ini tembakan peringatan.

Delapan butir mereka sodorkan kepada Presiden Prabowo. Bukan asal bunyi. Ini suara nurani. Tanda bahwa bangsa sedang dalam kondisi darurat. Para patriot itu tak rela NKRI karam.

Nama-nama mereka bukan kaleng-kaleng. Ada jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno, mantan Wapres RI. Jenderal (Purn) Fachrul Razi, eks Wapang TNI. Juga ada Jenderal Tyasno Soedarto (eks KSAD), Laksamana Slamet Soebijanto (eks KSAL), dan Marsekal Hanafi Asnan (eks KSAU). Ini formasi penuh. Udara, laut, darat. Lengkap.

Seruan dalam bentuk pernyataan sikap ini harus Prabowo benar-benar anggap serius. Bayangkan, ada 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel ikut tandatangan. Di halaman depan, selain kelima jenderal bintang empat tadi, juga ada tandatangan Jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno.

Mari simak baik-baik kedelapan butir itu. Pertama, kembali ke UUD 1945 asli sebagai tata hukum politik dan tata kelola pemerintahan. Ini bukan nostalgia. Ini koreksi arah bangsa. UUD hasil amandemen empat kali, jelas-jelas menyimpang. Kedaulatan rakyat dirampas elit. Pasal 33—yang pro-ekonomi kerakyatan—dikebiri. Kekuatan asing dan aseng leluasa kuasai SDA. Reformasi dibajak. Rakyat dijebak.

Kedua, mendukung program kerja Kabinet Merah Putih yang dikenal sebagai Asta Cita, kecuali untuk kelanjutan pembangunan IKN.
Ini sinyal. Rakyat baiknya kawal Prabowo. Jangan sampai masuk orang-orang titipan. Apalagi sisa kekuasaan lama yang sarat masalah. Gibran adalah ancaman. Bukan saja bagi Prabowo, tapi buat masa depan bangsa.

Selain itu, kabinet bukan ajang bagi-bagi jatah. Tapi ladang pengabdian. Kalau kabinet isinya orang rakus dan busuk, alamat rakyat makin terpuruk.

Ketiga, menghentikan PSN Pik 2, PSN Rempang, dan kasus-kasus serupa dikarenakan sangat merugikan dan menindas masyarakat. Juga berdampak pada kerusakan lingkungan. Proyek Strategis Nasional (PSN) ternyata jadi alat penindasan. Negara seharusnya melindungi rakyat, bukan justru jadi kaki tangan oligarki rakus. Ini pengkhianatan terang-terangan.

4. Menghentikan tenaga kerja asing Cina yang masuk ke wilayah NKRI. Metekaembalikan tenaga kerja Cina ke Negara asalnya. Ini sudah jadi keresahan nasional. Di Morowali, Konawe, Halmahera, bahkan sampai Papua. Buruh-buruh asing China kerja di sini. Gaji lebih besar. Fasilitas lebih mewah. Sementara anak negeri jadi penonton. Parahnya, banyak yang ilegal. Masuk diam-diam. Dibiarkan. Siapa bekingnya?

Kelima, Pemerintah wajib melakukan penertiban pengelolaan pertambangan yang tidak sesuai dengan aturan dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 2 dan Ayat 3. Singkat kata, tertibkan tambang. Data KPK menyebut ada 3.000 lebih tambang ilegal. Dari emas, nikel, batu bara, semuanya dirampok. Hutan rusak. Sungai tercemar. Warga menderita. Negara rugi triliunan. Tapi para cukong tetap bebas. Karena mereka punya pelindung: oknum aparat, pejabat, juga politisi. Inilah wajah tambang kita: rakus, brutal, dan jahat!

Keenam, melakukan reshuffle kepada para menteri, yang sangat diduga telah melakukan kejahatan korupsi dan mengambil tindakan tegas kepada para Pejabat dan Aparat Negara yang masih terikat dengan kepentingan mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Kita menyebut poin keenam dengan reshuffle menteri busuk. Pernyataan ini keras. Tapi perlu. Kabinet mendatang harus bersih. Jangan ada menteri titipan mantan presiden. Apalagi yang diduga korup. Rakyat sudah muak. Muka-muka lama yang hobi tipu rakyat, seharusnya disingkirkan. Kalau Prabowo serius ingin ubah negeri, mulailah dari pilih menteri yang bersih dan jujur.

Ketujuh, mengembalikan Polri pada fungsi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di bawah Kemendagri. Hari ini Polri seperti lembaga super. Bisa bisnis. Bisa berpolitik. Langganan dan doyan represi. Nyaris bisa semua, tapi lupa tugas utama: jaga keamanan dan ketertiban. Lihat kasus penembakan. Kasus judi online. Kasus pemilu. Semua ada jejak Polri. Bahkan jadi alat kekuasaan.

Katanya Polri nelindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. Faktanya rakyat jadi musuh. Rakyat justru diawasi dan ditakuti.

Delapan, mengusulkan pergantian Wakil Presiden kepada MPR karena keputusan MK terhadap Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Pemilu telah melanggar hukum acara MK dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman.

Ini bom waktu. Gugatan hukum pemilihan Gibran sebagai Wapres bukan berbasis jsapan jempol. Jelas ada pelanggaran konstitusi. Putusan MK sarat konflik kepentingan. Etikanya rusak. Praktiknya manipulatif. Kalau dibiarkan, legitimasi pemerintahan Prabowo terancam. Rakyat bisa marah. Bangsa bisa pecah.

Delapan butir pernyataan tersebut bukan angin lalu. Ini warning keras. Negeri ini sedang sakit. Harus ada yang pasang badan. Para jenderal sudah mulai. Kita rakyat, jangan diam. Saatnya bersatu. Kawal negeri. Lawan pengkhianat. Bangun masa depan. Dengan darah, air mata, dan keteguhan.

Bila para patriot sudah bersuara, hanya pengkhianat yang tetap membisu.

Jakarta, 20 April 2005.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
DPP PWO Dwipa Desak Bareskrim Polri Buka Hasil Penggerebekan di HH Club Planet 3 Batam

Redaksi Metrotv9news

10 Agu 2026

METROTV9NEWS.COM // Jakarta- Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (DPP PWO Dwipa) mendesak Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas peredaran narkotika dan membuka secara transparan hasil penggerebekan di HH Club Planet 3 Batam. Ketua Umum DPP PWO Dwipa, Feri Rusdiono, S.H., dalam keterangannya menyatakan bahwa dugaan peredaran narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM) di Batam …

Kapolres Kediri Ingatkan Jajaran Tak Underestimate Jelang Perayaan HUT RI

Redaksi 01

10 Agu 2026

KEDIRI || METROTV9NEWS — Deretan kegiatan masyarakat mulai meningkat menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kondisi tersebut membuat jajaran Polres Kediri diminta tidak sekadar menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga membaca potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan. Pesan itu disampaikan Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. saat memimpin apel jam pimpinan …

Bangun Jejaring Lintas Elemen, Kapolres Kediri Sambangi TNI, Ulama hingga Ketua PN

Redaksi 01

10 Agu 2026

KEDIRI || METROTV9NEWS — Membangun keamanan tidak cukup hanya dengan memperkuat barisan internal. Komunikasi dengan TNI, tokoh agama dan unsur penegak hukum juga menjadi bagian penting untuk membaca persoalan di masyarakat dari berbagai sisi. Hal itu dilakukan Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. pada awal masa tugasnya. Senin (10/8/2026), Beliau menjalani …

Kodim 0808/Blitar Telah Menyelesaikan Pembangunan KDKMP 260 Titik Sesuai milestone, Menjadi Tercepat Seluruh Indonesia

Redaksi 01

10 Agu 2026

BLITAR || METROTV9NEWS – Keberhasilan luar biasa diraih oleh Kodim 0808/Blitar dalam mengawal program strategis penguatan ekonomi rakyat. Pencapaian fisik pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten dan Kota Blitar telah mencapai 100 persen untuk seluruh 260 titik target wilayah sesuai dengan milestone yang diberikan pada akhir Juli 2026, Senin (10/8/2026). Torehan ini menempatkan …

Apel Pagi, Kapolres Kediri Kota Beri Penekanan Keras: Disiplin, Integritas dan Kesiapsiagaan

Redaksi 01

10 Agu 2026

KEDIRI KOTA || METROTV9NEWS – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Penegasan tersebut disampaikan saat apel pagi bersama personel Polres dan Polsek jajaran di Lapangan Apel Mapolres Kediri Kota, Senin (10/8/2026). Dalam arahannya, Kapolres meminta seluruh personel menjaga disiplin, profesionalisme, dan …

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Kodim Belu Kebut Pengerjaan MCK Program Unggulan TNI AD

Redaksi 01 Metrotv9news

10 Agu 2026

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Kodim Belu Kebut Pengerjaan MCK Program Unggulan TNI AD KODIM 1605/BELU – Menjelang pelaksanaan upacara penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, Satgas Kodim 1605/Belu menggenjot penyelesaian sasaran tambahan pembangunan MCK. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat guna meningkatkan derajat kesehatan dan sanitasi …

x
x