Tulungagung ini jangan dianggap gampang lupa.

Redaksi 01 21 Mei 2026

TULUNGAGUNG || METROTV9NEWS –
OTT KPK baru kemarin lewat, tapi sekarang suasana sudah mulai dibikin seolah-olah adem lagi. Pejabat rapat. Kamera jalan. Foto senyum. Pidato tenang. Kalimatnya hampir sama semua:

“Pemerintahan tetap berjalan normal.”

Lha memang harus normal.

Yang ditanya rakyat itu bukan kantor buka atau tutup.

Yang ditanya rakyat itu:

“YANG BUSUK SUDAH DIBERSIHKAN BELUM?”

Jangan sampai Tulungagung cuma ganti sopir, tapi mesin bobrok di dalamnya masih dibiarkan hidup.

Karena rakyat sudah capek melihat drama model begini.

Kalau ada pejabat kena OTT, biasanya yang sibuk duluan itu pencitraan. Semua mendadak bicara pelayanan publik. Semua mendadak bicara transparansi. Semua mendadak bicara bersih-bersih.

Tapi giliran rakyat minta data proyek, APBD, nama kontraktor, dasar mutasi jabatan, alasan pengangkatan pejabat, semuanya mendadak muter-muter seperti setrika rusak.

KALAU MEMANG BERSIH, KENAPA TAKUT DIBUKA?

Kalau memang tidak ada permainan, kenapa rakyat harus susah cari informasi?

Kalau memang uang rakyat dipakai benar, kenapa banyak keputusan terasa gelap?

Ini bukan fitnah.

Ini hak rakyat.

Dalam negara hukum, pemerintah itu bukan raja.

Pemerintah itu pelayan rakyat.

Ada UU Administrasi Pemerintahan.

Ada AUPB.

Ada UU Pelayanan Publik.

Ada UU Keterbukaan Informasi Publik.

Semua itu mewajibkan pemerintah terbuka, hati-hati, tidak menyalahgunakan jabatan, dan tidak main-main dengan kewenangan.

Maka setelah OTT, seharusnya yang pertama dibuka itu bukan baliho ucapan semangat.

Tapi data.

Buka proyek.

Buka tender.

Buka e-katalog.

Buka siapa dapat pekerjaan.

Buka siapa dekat siapa.

Buka kenapa pejabat tertentu tiba-tiba naik.

Buka kenapa pejabat tertentu tiba-tiba hilang.

Karena rakyat sekarang tidak bodoh.

Rakyat tahu, permainan paling bahaya di daerah itu biasanya bukan di pidato.

Tapi di belakang meja.

Main proyek.

Main jabatan.

Main fee.

Main tanda tangan.

Main setor-setoran.

Dan yang paling bikin rakyat muak, biasanya semua dilakukan sambil bicara soal pengabdian.

YANG PALING RAWAN: BIROKRASI

Hari ini yang paling rawan justru soal birokrasi.

Publik berhak bertanya:

> “Apakah birokrasi Tulungagung benar-benar sedang dibersihkan, atau cuma sedang disusun ulang pemainnya?”

Karena kalau orang-orang lama masih pegang pengaruh, kalau pola lama masih dipakai, kalau budaya takut dan budaya titipan masih hidup, maka OTT kemarin tidak akan jadi pelajaran.

Cuma jadi jeda istirahat sebelum cerita lama terulang lagi.

Jangan salahkan rakyat kalau mulai curiga.

Sebab rakyat terlalu sering disuruh percaya, tapi terlalu jarang diberi bukti.

RAKYAT TIDAK BUTUH PENCITRAAN

Yang dibutuhkan Tulungagung hari ini bukan pidato manis.

Bukan rapat seremonial.

Bukan pencitraan media sosial.

Bukan foto pakai rompi lapangan.

Yang dibutuhkan rakyat adalah keberanian pemerintah membuka semuanya seterang-terangnya.

Karena pemerintahan yang bersih biasanya tenang saat diaudit.

Yang gelisah diperiksa biasanya memang menyimpan sesuatu.

Dan ingat.

Rakyat sekarang melihat.

Diam bukan berarti tidak tahu.

Bisa jadi rakyat cuma sedang menghitung:

SIAPA YANG BENAR-BENAR BEKERJA UNTUK DAERAH,

DAN SIAPA YANG CUMA SIBUK MENYELAMATKAN KURSINYA SENDIRI.

CATATAN REDAKSI

Tulisan ini merupakan opini dan kritik sosial berdasarkan informasi yang telah beredar di ruang publik.

Tulisan ini bukan putusan pengadilan dan bukan tuduhan pidana terhadap pihak tertentu.

Ruang hak jawab, hak koreksi, dan klarifikasi terbuka sepenuhnya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

LPK-YKBA
Lembaga Perlindungan Konsumen – Yayasan Konsumen Berdaya Abadi

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pejamkan Mata, Bukakan Hati — Menerawang Adalah Melihat dengan Batin

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI — Ada kebijaksanaan mendalam yang patut direnungkan bersama: menerawang bukanlah menghayal, melainkan melihat dengan terpejam. Ketika mata lahiriah terpejam, dunia luar tak lagi membelokkan pandangan. Di saat itulah mata batin terbuka lebar — mampu melihat apa yang tak tampak di permukaan, memahami apa yang tak terucap oleh kata. Menerawang bukan melamun, bukan pula …

Pimpin Langkah Binmas Polda Bali – AKBP I Dewa Gede Artana Teguhkan Kerja Nyata di Lapangan

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI – AKBP I Dewa Gede Artana, S.Sos., M.H.,Kepala Sub Bidang Pembinaan Masyarakat (Kasubdit Binmas) Polda Bali, memimpin jalannya kegiatan koordinasi dan pembinaan di lingkungan Direktorat Binmas Polda Bali. Dari ruang kerjanya yang berwibawa,beliau memberikan arahan langsung kepada jajaran -menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil harus berakar di masyarakat,setiap kebijakan harus menyentuh kepentingan rakyat, …

Kepala Bapenda Denpasar Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, I Nyoman Denny Widya, menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno, putra Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Soekarno. Ucapan turut berduka cita disampaikan melalui karangan bunga yang dikirimkan ke kediaman duka di Jalan Sriwijaya Raya No. 26, Selong-Kebayoran Baru, …

Turut Berduka Cita — Berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra Bin Soekarno

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI — Seluruh masyarakat Kota Denpasar turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Soekarno, putra putra Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Soekarno. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E., menyampaikan rasa belasungkawa tulus melalui karangan bunga ucapan turut berduka cita yang dikirimkan ke Jalan Sriwijaya Raya No. 26, …

Dari 30 Titik Sabu, Pengembangan Dit Resnarkoba Polda Jateng Mengarah ke Warga Binaan Lapas Sragen

Redaksi 01

29 Sep 2026

SRAGEN || METROTV9NEWS – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah mengembangkan pengungkapan dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Sragen. Berawal dari penangkapan YKE (28), petugas kemudian menelusuri sejumlah informasi yang diperoleh selama pemeriksaan hingga mengarah kepada SHP (25), seorang warga binaan di Lapas Kelas II Sragen yang diduga bekerja sama dengan YKE dalam peredaran …

Dit Resnarkoba Polda Jateng Telusuri Peredaran Sabu Lewat Sistem Titip Lokasi, 9 Paket Diamankan

Redaksi 01

28 Sep 2026

JATENG || METROTV9NEWS – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah mengungkap dua perkara dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar. Dari dua pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 9 paket sabu dengan berat bruto sekitar 14,48 gram, serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Direktur Narkoba Polda Jateng Kombespol. Yos Guntur …

x
x