Pemkab Jember Terancam Lumpuh di Tahun Pilkada,Banyaknya Laporan Ke APH

Redaksi 01 Metrotv9news 22 Mei 2024

JATIM,METROTV9NEWS.COM

JEMBER – Performa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur potensial tersendat-sendat jalannya di tahun 2024. Roda pemerintahan disebut-sebut bakal mengalami kelumpuhan.

Penyebabnya tidak lain karena banyaknya laporan ke lembaga penegak hukum yang meluncur secara bertubi-tubi. Informasi yang terhimpun, ada sekitar 24 organisasi perangkat daerah (OPD) yang sedang digempur laporan mulai ke kejaksaan hingga kepolisian.

Dalam beberapa pekan belakangan, silih berganti puluhan pejabat memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Mereka diminta menjawab pernyataan dari pengaduan LSM yang rata-rata menjurus ke dugaan korupsi.

Menurut salah seorang sumber di lingkungan Pemkab Jember, kolega-koleganya itu bukan hanya diperiksa, melainkan juga diminta menyerahkan seluruh dokumen anggaran yang berkaitan dengan materi laporan.

“Yang dilaporkan ke Polda Jatim atau ke Kejati Jatim terpaksa bolak-balik Jember-Surabaya. Misalnya hari ini diperiksa, langsung besoknya kembali lagi mengambil berkas yang diminta oleh penyidik. Kebetulan saya ikut membantu atasan menyiapkan berkas,” tuturnya sembari meminta namanya dirahasiakan saat wawancara dengan kliktimes.com pada Selasa, 21 Mei 2024.

Sumber lain menyebut, banyaknya laporan yang kemudian menyulut pemeriksaan berskala besar telah mempengaruhi psikologi para pejabat terkait. Pikiran mereka terpecah bahkan dilematis, karena harus memilih antara fokus menghadapi pemeriksaan atau bekerja menjalankan tugasnya.

“Dilaporkan dugaan korupsi itu rasanya tidak enak. Kepikiran, anak istri tahu ada surat panggilan dari APH (aparat penegak hukum). Pikiran kita mau dikemanakan? Pilihannya kita mau lanjut tunaikan tanggung jawab pekerjaan atau kita tinggalkan saja fokus untuk selesaikan perkara walaupun belum tentu tahu salah benarnya dimana? Itu yang dirasakan teman-teman curhat ke saya. Bisa lumpuh Pemkab Jember,” ulasnya.

Kepada Awak Media dia sempat menunjukkan beredarnya foto pejabat-pejabat yang duduk di kursi antrian menunggu giliran dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim. Ia beranggapan foto itu bersumber dari sindikasi orang-orang yang membuat laporan.

“Karena saat teman-teman antri itu ada yang mendengar suara penyidik memanggil seseorang. Orang itu diperiksa juga, tapi bukan bagian pejabat. Belakangan, dari sudut tempat duduk orang itu diketahui adalah lokasi pengambilan foto. Jaraknya beberapa meter dari teman-teman. Foto menyebar ke teman-teman dari nomor tidak dikenal. Seolah-olah mengarah ke intimidasi dia mau mengatakan: Ini loh, aku tahu kalian diperiksa,” bebernya.

Sumber tersebut berharap agar foto pejabat antri di ruang tunggu pemeriksaan tidak sampai dimuat ke pemberitaan. Tujuannya supaya tidak menambah tensi intimidasi terhadap pejabat yang tengah menghadapi laporan.

“Teman-teman belum tentu salah. Mereka diperiksa karena penyidik mendapat laporan. Laporan mau benar atau salah tetap diperiksa. Mau tidak mau situasinya begitu,” tukasnya.

DPRD Jember sepertinya turut mengendus kemungkinan pejabat pemerintahan diliputi rasa takut melaksanakan program-program kerjanya. Hal ini terindikasi dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi D ke Mitra kerjanya seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial.

“Kami datang ke OPD supaya tahu sejauh mana serapan anggaran. Ada apa kok masih minim? Padahal, sekarang hampir memasuki pertengahan tahun,” kata Sekretaris Komisi D, Edi Cahyo Purnomo.

Legislator yang akrab disapa Ipung itu belum mengetahui pasti sebab-sebab tersendatnya kinerja eksekutif apakah terkait pengaruh pelaporan atau masalah faktor lain. Namun, kondisi yang stagnan pada Dinas Pendidikan serta Dinas Sosial dengan tugas utama menyangkut layanan dasar masyarakat tentu mengkhawatirkan.

“Kami berharap program yang sudah ditetapkan dapat dilaksanakan. Dinas Pendidikan ataupun Dinas Sosial melayani banyak kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Koordinator LSM Kuda Putih, Selamet mengakui lembaganya saja membuat empat laporan yang seluruhnya dikirim ke Polda Jatim. Ia mendapat informasi, bahwa sejumlah LSM lainnya turut mengirim laporan. Sehingga, menambah jumlah laporan serupa.

“Ya, saya mendengar banyak laporan dugaan korupsi. Saya sendiri saja ada empat laporan. Tidak tahu pasti laporan lainnya jumlahnya berapa pastinya, tapi memang banyak juga,” ujarnya.

Hari ini, Selamet baru saja selesai menjalani pemeriksaan di Unit IV Direskrimsus Polda Jatim. “Ditanyai penyidik untuk klarifikasi empat laporan saya itu,” imbuhnya.

Selamet menyanggah jika laporannya disebut-sebut terkait kepentingan politik. Adapun laporan yang baru di buat tanggal 6 Februari lalu dan berlanjut ke proses pemeriksaan yang sekarang bertepatan dengan akan dimulainya Pilkada, bagi Selamet hanya kebetulan.

“Saya menjauh dari politik. Kalau yang pihak lain, saya tidak tahu ada kepentingan politik atau tidak,” tegasnya. (Sut/Tim)

Sumber : Kliktimes

PEWARTA : JAYA

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Berstandar Nasional, Berjiwa Adiwiyata — SMKN 3 Tulungagung Membangun Masa Depan

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

TULUNGAGUNG — SMKN 3 Tulungagung terus membuktikan diri sebagai salah satu sekolah kejuruan unggulan yang berpegang teguh pada standar mutu pendidikan bertaraf nasional. Komitmen terhadap kualitas telah dibuktikan secara nyata melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 yang dijalankan secara konsisten sejak tahun 2007 hingga 2017. Keseriusan ini tak hanya berhenti pada dokumen, melainkan diwujudkan …

Pejamkan Mata, Bukakan Hati — Menerawang Adalah Melihat dengan Batin

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI — Ada kebijaksanaan mendalam yang patut direnungkan bersama: menerawang bukanlah menghayal, melainkan melihat dengan terpejam. Ketika mata lahiriah terpejam, dunia luar tak lagi membelokkan pandangan. Di saat itulah mata batin terbuka lebar — mampu melihat apa yang tak tampak di permukaan, memahami apa yang tak terucap oleh kata. Menerawang bukan melamun, bukan pula …

Pimpin Langkah Binmas Polda Bali – AKBP I Dewa Gede Artana Teguhkan Kerja Nyata di Lapangan

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI – AKBP I Dewa Gede Artana, S.Sos., M.H.,Kepala Sub Bidang Pembinaan Masyarakat (Kasubdit Binmas) Polda Bali, memimpin jalannya kegiatan koordinasi dan pembinaan di lingkungan Direktorat Binmas Polda Bali. Dari ruang kerjanya yang berwibawa,beliau memberikan arahan langsung kepada jajaran -menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil harus berakar di masyarakat,setiap kebijakan harus menyentuh kepentingan rakyat, …

Kepala Bapenda Denpasar Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, I Nyoman Denny Widya, menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno, putra Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Soekarno. Ucapan turut berduka cita disampaikan melalui karangan bunga yang dikirimkan ke kediaman duka di Jalan Sriwijaya Raya No. 26, Selong-Kebayoran Baru, …

Turut Berduka Cita — Berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra Bin Soekarno

Redaksi 01 Metrotv9news

29 Sep 2026

DENPASAR, BALI — Seluruh masyarakat Kota Denpasar turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Soekarno, putra putra Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Soekarno. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E., menyampaikan rasa belasungkawa tulus melalui karangan bunga ucapan turut berduka cita yang dikirimkan ke Jalan Sriwijaya Raya No. 26, …

Dari 30 Titik Sabu, Pengembangan Dit Resnarkoba Polda Jateng Mengarah ke Warga Binaan Lapas Sragen

Redaksi 01

29 Sep 2026

SRAGEN || METROTV9NEWS – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah mengembangkan pengungkapan dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Sragen. Berawal dari penangkapan YKE (28), petugas kemudian menelusuri sejumlah informasi yang diperoleh selama pemeriksaan hingga mengarah kepada SHP (25), seorang warga binaan di Lapas Kelas II Sragen yang diduga bekerja sama dengan YKE dalam peredaran …

x
x